Catatan Kecil Tentang Kita

Kami Cumi-Cumi & Bajak Laut

30 juni 2014

Setiap ibu manapun pasti akan sangat senang jika melihat perkembangan anaknya yang dari hari ke hari menakjubkan. Dan di hari senin lalu, Naura menunjukkan bahwa dirinya bisa bangkit dari tidurnya dengan usahanya sendiri. Alhamdulillah latihan yang selama ini gue terapin bermanfaat. Gue tarik pelan-pelan kedua tangannya. Pada saat itu gue masih punya andil tenaga untuk membantunya bangkit. Tapi, lama-lama gue kurangin dikit-dikit. Dan pada akhirnya hanya satu tangan yang menjadi tumpuan. Lalu, sedikitpun peran tenaga gue ngga ada sama sekali. Hanya menghadirkan pertolongan tangan sebagai tumpuannya. Dan pada hari itu dia membuktikan bahwa dirinya bisa. Meskipun demikian gue harus tetap melatihnya.
***
Naura paling seneng nonton kartun. Ada pororo, upin ipin, dan masha and the bear. Dan kemarin juga, waktu lagi nonton kartun upin, tiba-tiba gue lihat dia menunjukkan jari telunjuknya ke arah teve. Memang sih ngga sempurna. Karena, masih ada beberapa jarinya yang menyembul. Subhanaallah. Ini adalah kado di bulan puasa.

Semoga akan ada kejutan lainnya di bulan ramadhan ini.

Tinggalkan komentar »

Selamat datang ramadhan

Alhamdulillah, bulan ramadhan penuh berkah telah datang kembali. Dan kali ini ramadhan dilalui bersama Naura. 10 bulan yang lalu Naura masih berlindung di dalam perut. Tapi sekarang sudah terbangun kala semuanya tengah sahur. Dan di hari pertama sahur dini hari tadi, Naura bangun sekitar pukul 4. Matanya tak kunjung lelah. Dan tidur lagi sekitar pukul 10 pagi. Bangun sekitar pukul 12. Keaktifannya menunjukkan tenaganya masih kuat untuk terus bergerak. Naura ngga bosen minta tetah atau sekedar mondar mandir dengan baby wolkernya.
Siang menjelang. Dan Naura masih aktif. Subhanaallah. Puasa kali ini memang penuh perjuangan menahan sabar. Di saat ngantuk ngga bisa begitu saja menutup mata. Karena masih ada anak yang sibuk main. Sehat terus ya Nak :*

image

Tinggalkan komentar »

Rahasia Ilahi robbi

Dinikmati dan disyukuri.
Ketika belum diberi buah hati, mungkin Allah sedang menguji.
Apakah hati berbesar hati atau malah menutup diri.
Semuanya serba misteri, karena dunia milik Ilahi robbi.
Percayalah, diri tidak sendiri.
Ada bidadari dan rizki yang sedang menanti dan kan datang ketika kau siap nanti.

Tinggalkan komentar »

Bersandar

Ketika kaki kanan sakit, kaki kiri itu tidak bisa berjalan sempurna.
Lelah, dan akan mencari sandaran.
Sebelum bersandar, biarkan potongan ranting menggantikan sementara kaki kanannya.
Memang tetap tak akan sempurna. Karena ranting tetaplah
ranting. Lebih rapuh.
Setidaknya si kiri tidak sendiri. Sejalan dan bersama.

Tinggalkan komentar »

Hati

Diri ini kosong
Diri ini sepi
Diri ini sunyi
Diri ini tak pernah mengerti
Diri ini tak henti menunggu hati mengetuk nurani untuk beranjak pergi
Tapi diri tak perlu menunggu
Langkahkan saja, biar nanti hati yang turut pergi.

Tinggalkan komentar »

Tepuk tangan

Hari ini untuk yang pertama kalinya gue liat Naura tepuk tangan. Ya meskipun cuma sebentar. Karena biasanya dia lebih seneng tepuk kaki.
Bukan cuma itu aja. Sekarang dia juga lagi seneng-senengnya ditetah. Ngga betah digendong lama. Dan pasti langsung minta turun. Pernah beberapa kali dia bertahan untuk berdiri sambil pegangan benda atau kakinya bersandar. Meski cuma sebentar.

image

Jangan fokus ke barang yang berantakan ya. Tapi fokus ke Naura!
Begitulah. Meski hal kecil tapi mengejutkan.

Tinggalkan komentar »

Menanti

Pagi kurelakan berganti siang. Siang kurelakan berganti malam. Dan setiap hari jutaan mimpi bertebaran silih berganti.
Kini, kurelakan mata menanti buah hati beranjak tinggi.

Tinggalkan komentar »

Naura 9 bulan

Hari ini Naura genap berusia 9 bulan. Di hitungan menuju umurnya yang ke 9 ini, Naura memberikan kejutan lagi. Gigi bawahnya tumbuh 1 lagi. Jadi, totalnya ada 8.
Ngga terasa Naura sudah hampir 1 tahun. Meski 3 bulan terdengar lama, tapi jika dijalani pasti tidak terasa.
Gue udah punya rencana untuk ultahnya yang pertama nanti. Gue pengen ngumpulin keluarga di rumah sambil mendoakan Naura dan menikmati rejeki yang telah diberikan. Tentu saja ada nasi kuning berbentuk tokoh kartun Pororo. Gue sih udah gugling (asal nulis) di internet. Contohnya banyak yang bagus kok. Ini salah satunya;

image

Waktu memang berjalan begitu cepat. Naura lahir pada week 38 dan 2 hari lagi waktunya kontrol ke Dokter karena masuk week 39.
Alhamdulilah selama hamil Naura, gue termasuk kuat. Eh tapi gue nyerah kalo udah eneg. Dan masa eneg itu harus gue alami sampai kehamilan masuk usia 3 bulan. Herannya, eneg terdahsyatnya itu waktu malam hari. Jadi kalo udah malam, gue susah makan. Sampai harus disuapin dan berantem sama suami gara-gara ngga mau makan. Karena saking enegnya. Tapi, alhamdulilah hanya sampai 3 bulan saja. Setelahnya nafsu makan gue kembali normal. Terlebih kata Dokter, gue harus makan banyak. Karena makanan yang gue makan ngga cuma diambil calon anak gue. Tapi, ada si kista yang turut mengambil sari-sarinya. Jadi, maklum kalo harus banyak makannya. Ya istilahnya mereka rebutan.
Dokter memang menyatakan bahkan di dalam perut gue selain ada janin juga ada kista. Awalnya cuma 3cm tapi lama-lama membesar dan sampai akhirnya ketika gue melahirkan Naura kista itu berukuran 30cm atau 5 kg dan setara dengan 5 liter air. Udah ngga usah dibayangin! Gue aja ngga berani liat fotonya waktu awal-awal. Dan nekat ketika Naura kurang lebih umur 2 bulanan. Subhanallah gede banget. Kayak hati sapi. Tapi, di beberapa bagian ada lubangnya. Alhamdulilahnya proses persalinan berjalan lancar. Meskipun akhirnya gue harus disesar. Ya, meskipun kepala Naura udah masuk ke panggul dan Dokter mengatakan bisa lahir secara normal, tapi apa daya kista lebih berkuasa saat itu. Ternyata setelah dicek lagi semuanya terlalu sulit. Kepala bayi menggantung. Yang artinya ngga sejajar sama lubang vagina (maaf). Keputusan diambil malam itu juga. Tepat pukul 21:19 Naura lahir. Dengan BB 3.6 dan panjang 50. Alhamdulilah, semua kebahagiaan itu ngga bisa dilukiskan. Selama proses itu, gue ngga sabar pengen denger suara tangisnya. Karena menurut gue, dengan mendengar suara tangis itu, artinya dia selamat. Itu sudah cukup. Gue ngga mikirin lagi apa yang terjadi selanjutnya. Tangisan itu sudah menjadi jawaban. Gue pun ngga mikir keselamatan gue.
Dan sekarang dia sudah berumur 9 bulan. Naura oh Naura :*

image

Ceritanya bersambung lagi di bagian selanjutnya ya.

;)

Tinggalkan komentar »

Hitung gigimu!

Horeee… di detik-detik memasuki umur Naura yang ke 9 bulan, gigi bawahnya tumbuh lagi. Jadi totalnya 7.
Ada banyak kejutan lainnya yang Naura tunjukin. Dia sudah aktif di babywalkernya (buntutin ke arah yang dia mau), tangannya suka mukul-mukul meja atau apapun yang ada di depannya, sering mengeluarkan suara aneh dari mulutnya dan gue pun ngga bisa ngikutin (entah niru siapa), bawaannya turun ke lantai dan di tetah, dia juga sudah tau fungsinya hp(ditempelin ke kuping). Bahkan kadang apapun dijadiin hp. Ini gara-garanya sering nonton pororo yang lagi tlp di Ipad. Oh ya, si Ayah mulai membatasi penggunaan Ipad untuk Naura. Hanya sabtu dan minggu aja diijininnya. Gue pun mendukung. Ini tak lain supaya Naura akrab sama buku. Meskipun kalo disodorin buku, masih sering dibolak balik doang, disobek, atau bahkan digigit. dan kalo sukses ya masuk ke mulutnya. Pernah kejadian dan gue gagal menemukan kertasnya di mulutnya. Jadi, sekarang kudu ekstra hati-hati.
Besok imunisasi. mudah-mudahan timbangannya naik. terakhir nimbang di rumah 8.4. Alhamdulilah banget. Dan akhir-akhir ini kondisi badannya juga lebih fit. Apakarena jarang jalan-jalan ya? Ya apapun itu semuanya patut disyukuri.

Naura oh Naura…

Tinggalkan komentar »

My Husband

Udah 2 minggu suami ngga masuk kantor. bukan karena cuti. buka juga karena lali (lupa) hari. suami lagi sakit. kaki sebelah kanannya kayak kejepit. gue juga bingung mau ceritainnya. tapi, yang pasti posisi jalannya ngga sempurna. lebih sering membungkuk. karena menahan sakit. kalo dari posisi tidur ke bangun, perlu perjuangan ekstra.
Berbagai macam cara ditempuh supaya lekas sembuh. dibekam, ke dokter, diurut (yang katanya cabangnya dari cimande), minum jamu, telor ayam kampung, madu hitam, dan terakhir ke tukang pijit yang memadukan antara tekhnologi dan tradisional. kalo ga salah giminho (maaf kalo salah tulis). katanya juga, pengobatan itu dipelajari dari Jepang. widiiiih…hebat ya. harapan gue sih ngga muluk-muluk. suami cepat sembuh dan kembali beraktifitas.
Ya diambil hikmahnya aja. mungkin dengan begini, gue, suami, dan anak jadi sering ngobrol intens di rumah. hari liburpun kami sering di rumah. kalo suami ngga sakit, pasti udah kemana-mana. apalagi diakhir bulan mei ini ada hari kejepit nasional. hahahaha…abisnya sehari masuk sehari ngga. terus aja begitu sampe mentok di hari sabtu. kita punya rencana untuk jalan-jalan ke Bandung. dan suami ambil cuti seminggu full. alhasil karena kejadian suami sakit, otomatis rencana itu gagal. ngga enak juga sama kantor. setelah sembuh sakit malah mau cuti.
Sedih karena ngga bisa nolong banyak untuk suami. paling gue bantu ingetin kalo dia mulai angkat yang berat. gendong Naura pun gue cegah. tidur dengan kondisi badan ngga luruspun kadang juga gue marahin.
Ya, namanya juga hidup. kadang senang kadang susah. kadang sehat kadang sakit. dan begitu seterusnya.

:*

Tinggalkan komentar »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.