Catatan Kecil Tentang Kita

Kami Cumi-Cumi & Bajak Laut

Naura 6 s/d 7 bulan

Menginjak di usia Naura yang ke 6 bulan, ada banyak kejutan yang disuguhkan. Mulai dari gigi atasnya tumbuh, demam karena virus yang kebanyakan orang lebih mengenal kalimat flu singapore, dan terakhir adalah campak. Kala itu gue yakin pasti berat badannya turun drastis. Karena sakitnya juga disertai batpil.
Yang bikin gue semakin sedih adalah ketika naura kena virus, Ayahnya lagi keluar kota. Ya, suami ke Kediri karena ada keluarga yang menikah. Meskipun dibantuin om dan bulek, tapi tetep aja gue masih membutuhkan figur suami di samping gue. Rassanya tuh sediiiih banget.
Selang seminggu setelah Naura sembuh dari serangan virus, si campak pun datang. Hampir seluruh badannya memerah dengan diawali dari wajahnya lalu menyebar ke seluruh badan dan disertai panas. Tambah lemes aja gue. Alhamdulilahnya Naura kuat. Meskipun susah maemnya, tapi gue paksakan untuk terus minum susu atau air putih. Jadi inget waktu kena virus yang lalu. Bukan cuma susah makan, tapi juga susah disuruh minum. Kalo ngga haus banget dia ngga mau minum. Mungkin karena sariawan juga kali ya. Jadinya sakit bagian mulutnya. Kalo udah sakit, hal yang paling susah dilakuin adalah minum obat. Bisa dibilang Naura adalah anak yang cerdas. Dia tau apakah obat atau bukan yang disuguhkan. Kalo dia tau itu obat, mulutnya langsung dikunci. Kita yang mau ngasih obat harus punya seribu cara supaya dia mau buka mulut. Meski sekecil apapun itu.

Alhamdulilah, begitu memasuki umur yang ke 7 bulan, Naura sembuh. Saat imunisasi berat badannya dan tingginya juga naik. Ya, meskipun ngga teralalu signifikan. Yang bikin seneng lagi, keceriaan Naura ada lagi. Memang senyumnya yang selama ini bikin kangen. Daaaaan…., kejutan di usianya yang ke 7 bulan ini adalah giginya udah ada 6. Yang bawah 2 dan yang atas 4. Naura juga udah bisa mengekspresikan bibirnya yang jadi sok imut gitu. Lucu deh. Terus kalo dipanggil “Naura”, terkadang dia suka menimpali sahutan ringan “hem”. Hehehe… Gue dan suami yang denger suka ketawa sendiri. Selama ini kakinya jauh lebih aktif. Bukan tepuk tangan yang dilakukan, tapi tepuk kaki. Hehehehe… Terus kalo tangannya ngga bisa ngambil barang yang dia mau, biasanya dia memanfaatkan kakinya. Ckckckck…. Gue sih sering ngasih tau itu ngga bagus. Ya namanya juga bayi. Tapi, gue yakin suatu saat nanti Naura mengerti.

Syok lagi. Sepulang dari Bogor, Naura teserang batpil lagi. Kayaknya kalo sama batpil, Naura emang gampang kena. Mulai dari pelan dan sampai akhirnya batpilnya menjadi-jadi. Sampai akhirnya kita membawa dia ke RS. sambil menunggu dokter datang, Naura dikasih bantuan selang oksigen. Karena nafasnya terdeteksi berat. Meski hal itu sebenarnya selalu terjadi ketika batpil. Dokter pun akhirnya merujuk Naura agar dibawa ke ruang inhalasi. Naura harus diuap untuk mengencerkan dahaknya. Kasihan liatnya. Karena terus nangis sampai akhirnya teretidur.
Tapi, ada hal lain yang bikin gue dan suami senang. Naura pelan-pelan bisa duduk. Meskipun tidak duduk atas bantuan dirinya sendiri (dari tidur lalu duduk) melainkan gue yang memposisikan dia untuk duduk.
Aapapun yang terjadi, Naura adalah anugrah terindah yang kita miliki.

Sehat terus ya nak :*

Tinggalkan komentar »

Naura 5 bulan

Alhamdulilah sekarang Naura berumur 5 bulan. Tepatnya pada 26 januari lalu. Kejutannya adalah, gigi Naura tumbuh 2. Pelan-pelan Naura juga mulai belajar mengangkat pantatnya. Bukan cuma itu aja, kalo lagi dipangku, Naura meronta kakinya pengen nyentuh lantai. Sebenarnya kasihan kalo ngga dituruti. Karena memang belum waktunya dia belajar jalan. Alhasil terpaksa gue turuti. Tapi, sambil tetap sepenuhnya gue pegangi badannya.
Ada pengalaman yang membuat gue dan suami super panik diusia Naura 5 bulan ini. Naura demam hingga 38,1°c. Bukan cuma itu aja. Batuk dan flu pun menyertainya. Ini adalah pengalaman pertama yang bikin syok karena Naura pertama kalinya sakit. Ngga tega liat dia meringkuk dalam kelemahan. Naura ngga mau ditinggal. Maunya digendong terus.
Kalo kata kebanyakan orang, jika anak sakit maka akan ada yang dikeluarkan kepintarannya.
“Katanya” sih. Ya mudah-mudahan ada hikmah baiknya.

Tinggalkan komentar »

Naura 1 s/d 4 bulan…

Ada banyak kejutan yang muncul dari Naura sampai umurnya 4 bulan ini. Ngga kebayang saat menjalani umur-umur berikutnya. Pasti jauh lebih banyak lagi. Sekaligus tantangannya.

1 Bulan;
Menuju umur 1 bulan, belum begitu banyak hal yang dilakukan Naura. Dia hanya bisa menangis. Entah karena lapar/haus, pipis dan pup. Kala itu tangisannya masih nyata layaknya bayi yang baru lahir. Adalah kencang.
Gue memegang prinsip untuk tidak memakaikan pampers ketika Naura masih terlalu dini umurnya. Karena masih terlalu rawan kulitnya. Makanya jalan satu-satunya adalah popok. Memang sih jadi banyak cuciannya. Tapi, mengalah demi anak nggak ada salahnya kan. Eh iya, waktu itu yang nyuci baju-baju Naura kan ibu. Hehehe… maklum, selepas operasi, gue nggak boleh banyak gerak. Naik tangga aja nggak boleh. Makanya selama 1 bulan penuh gue nggak tidur di kamar sendiri. Rutinitas menjemur Naura setiap pagipun lebih banyak dibantu ibu.

2 bulan;
Begitu umurnya sudah 1 bulan setengah, gue memberanikan diri untuk memakaikan pampers. Itupun bertahap. Nggak full selama 24 jam menggunakan pampers. Diselang seling. Dan mengingat supaya tidur malamnya nggak terganggu.
Naura sedikit-sedikit mulai mengeluarkan suaranya. Tapi, masih bisa dihitung jari. Mengenai posisi tidur, dia lebih senang miring. Sebenarnya itu sudah terjadi ketika umurnya masih dalam hitungan minggu. Soal berat badan, jangan salah, terus bertambah. Baik berat maupun panjangnya. Dan setiap orang yang melihatnya pasti berdecak kagum, “waaaaah besar ya…”

3 bulan;
Gue mulai khawatir, karena sampe umurnya 3 bulan, Naura belum kuat mengangkat kepala. Padahal, kalo digendong, Naura lebih sering diposisikan berdiri. Karena dia memang udah nggak suka digendong kayak bayi yang baru lahir. Yang bikin gue khawatir juga adalah, Naura sepertinya tidak tertarik untuk tengkurap. Kesalahan gue juga sih. Karena jarang merangsangnya untuk tengkurap dan memposisikan dia tengkurap. Alhasil, hampir setiap hari Naura gue latih tengkurap. Meskipun cuma dalam hitungan detik, yang penting rutin.
Ibu sih pernah bilang, jangan dipaksa. Karena setiap bayi perkembangannya berbeda. Tapi, entah kenapa setiap melihat bayi seumuran dia yang memiliki perkembangan luar biasa, bikin gue jadi semangat untuk melatih Naura. Tapi, bukan dengan paksaan. Gue bisikin dia seolah-olah dia mengerti ucapan gue. Karena suami gue aja yakin, di dalam kandungan dia ngerti, masa ya di luar kandungan dia nggak ngerti.
Lambat laun, usaha gue membuahkan hasil. Naura berhasil tengkurap melalui percobaannya yang panjang. Sering kali dia gagal. Tapi, nggak pernah nyerah. Posisi tengkurap yang dia lakukan adalah ke sisi kanan. Selain itu, di umurnya yang 3 bulan ini, Naura mulai mengenal permen tangan. Alias ngemutin tangan. Nggak bosen-bosen selalu gue halangi usahanya untuk tidak menghisap tangan. Kalo dia berrhasil. Mulutnya pun penuh dengan air liurnya. Keberhasilannya bisa diraih ketika gue sibuk dengan sesuatu, digendong dengan posisi berdiri dan menghadap kebelakang, atau ketika gue dan ayahnya sedang tidak melihat dia. Disitulah semangatnya untuk menghisap tangan menggebu-gebu. Sampai mau muntah. Hemmm…. Atau bisa juga ketika dia bangun tidurdan tidak ada siapa-siapa. Waaaaah…bebas sekali tanpa ada yang tau. Karena seisi rumah beranggapan dia tidur.

4 bulan;
Sekarang berat badannya 6,3 dan panjangnya 67.
Sekarang Naura tengkurap bukan dari sisi kanan aja, tapi kiri pun bisa. Bukan cuma itu. Naura sudah bisa memanggil ayah dan ibu. Yaaa, meskipun masih samar dan sesuka hatinya kapan dia mau memanggi.
“Aaaaa…yah!”
“E..buw!”

Tinggalkan komentar »

Si cantik Naura

Udah lama ga sempet nulis di sini, semenjak pernikahan aku dan cumi-cumi november tahun lalu kita agak sibuk dengan berkah yang selalu datang, seperti desember tahun lalu cumi-cumi sudah dinyatakan positif hamil (alhamdulilah). Mulai dari situ kita sibuk dengan jadwal ke dokter, beli perlengkapan bayi dari yang besar sampe yang kecil-kecil kaya sarung tangan (yang kecil-kecil banget hi2).

Ga kersa akhirnya waktu itu tiba, tanggal 26 agustus jam 3 sore waktu gw lagi kerja, cumi-cumi telepon bahwa ketubannya pecah dan sudah Otw ke RS. Langsung gw tancep gas pake si marchy nyusul ke RS. Hari itu semua terjadi dengan cepat, aku ingat semua agak melambat setelah jam 21.16 suster memanggilku dan berkata “pak bayinya sudah lahir ya, perempuan”, perasaanku hari itu campur aduk ga karuan, antara mau nangis dan teriak kegirangan. Trus tiba waktu aku harus meng-adzan-i anakku. Rasanya ga keruan lemes…sampe mau nangis.

Jam 1 malem gw baru ketemu cumi-cumi setelah selesai dari ruang operasi. Aku kecup keningnya aku bangga jadi suaminya. Esoknya waktu harus ngasih nama kita sepakat dengan nama “Naura Auni Shafina” artinya bunga putih yang cantik yang sholehah (insyaAlllah amiin).

Sudah kebayang nextnya episode baru hidup cumi-cumi bajak laut dengan personil baru dedek Naura, yang bakalan kita ajak jalan-jalan, kuliner dan terutama kita modalin ilmu agama.

Tinggalkan komentar »

Dokter Gigi Akhirnya…..

Dokter Gigi dari dulu boro-boro kepikiran mau ke ahli yang satu ini. Soalnya gw takut and males nyempetin waktu untuk dateng ke sana, karena selama ini gigi gw alhamdulillah ga ada complain (sakit gigi). Semenjak Cumi-cumi ke dokter gigi & bilang ke gw bahwa karang gigi gw harus di bersihin, gw jadi penasaran pengen ke dokter gigi, cuma waktu and tempat dokter gigi yang deket kantor gw agak susah nyarinya, saolnya gw cuma bisa wiken.

Iseng-iseng gw ngobrol sama temen-temen kalo gw lagi pulang bareng dari kantor, ternyata di sebelah gedung kantor ada dokter gigi (emang tempatnya agak masuk kedalam gedung and ga ada plang di depan gedungnya). Akhirnya gw coba cari-cari and datengin. Karena gw kamis itu datengnya medadak jam 2 siang bagian administrasi dokter itu bilang untuk hari ini sudah penuh kalau mau janjian lagi besok jam 2 siang.

Siang itu habis sholat jumat dan makan gw datengin dokter gigi dengan sedikit bertanya-tanya, pasti gw abis dimarahin nih, soalnya seumur hidup ga pernah periksa gigi….eng ing eng…ternyata dokter giginya cewe manis, pas masuk ruangan gw di tanya “kapan terakhir ke dokter gigi”, dengan sedikit nyengir gw jawab “belum pernah dok!”, saya mau “bersihin karang gigi sama cek apa ada gigi yang bolong”, setelah itu dokter mempersilahkan gw duduk di korsi periksa, dokternya langsung bilang “wah karang giginya sudah numpuk nih, atas bawah banyak sekali” dalam hati gw ketawa ngikik “ya jelaslah namanya juga dari kampung ga pernah ke dokter gigi”, akhirnya dalam waktu 1,5 jam proses pembersihan selesai, gigi gw kerasa agak ngilu dan keset banget, banyak bentuk gigi yang gw rasa berubah (mungkin dulu banyakan karang giginya dari pada giginya wakaka). Yah mudaha-mudahan ini adalah permulaan biar gw rajin ke dokter gigi 6 bulan sekali.

Tinggalkan komentar »

Tanya Kenapa??

Cumi-Cumi Say’s:

Kehidupan menurut gue seperti anak sekolah, dan terus berputar seperti roda, berputar seperti bumi, bergerak terus seperti langkah.
Di sekolah, di setiap jam pelajaran, akan selalu ada peluang untuk diberikan pertanyaan oleh guru. Baik ringan maupun berat. Ada yang bisa menjawab dan ada pula yang diam tertunduk karena tidak memiliki jawaban.
Waktu gue duduk di bangku SD, muncul pertanyaan kapan lulus SDnya? Mau lanjutin ke SMP mana? begitu di bangku SMP, muncul pertanyaan kapan lulus SMPnya dan lanjutin ke SMA mana? di bangku SMA, pertanyaan yang sama kembali hadir. kapan lulus SMAnya dan kuliah dimana? sebenarnya pasti akan muncul pertanyaan lainnya juga. Mulia dari rangking berapa? nilainya berapa? ada yang merah atau enggak? dan kalo ternyata hasilnya di luar dugaan, atau misalnya ngga lulus, pasti pertanyaan yang disuguhkan akan lebih dari itu. Kok bisa nggak lulus? makanya jangan main terus. Dan bla bla bla…
Yang sering terjadi pada gue adalah, ketika nilai Matematika di raport gue jeblok alias jelek. Paling tinggi aja 6. Hehehehee…paling ditanyanya begini,”Kok nilai matematikanya jelek? memang susah soalnya? Bapak kamu itu nilai matematikanya aja bagus. Kok matematika anaknya bisa begini. Makanya kamu belajar yang bener. Dan bla bla bla bla…,”
Dan, nilai matematika gue terus memburuk selama gue jalani. Hal itu seperti kutukan. Ketika menghadapi ujian kelulusan SMA pun, Ibu sampai bilang gini ke gue, “Yang penting kamu lulus”. Bikin gue lega, sih. Karena tidak membebani gue dengan harapan-harapan Ibu yang menginginkan gue dapet nilai gede.
Gue ngga kuliah di Universitas atau Perguruan Tinggi Negeri ternama. Kampus gue super biasa. Bahkan ketika ditanya kuliah dimana, gue lebih sering menjelaskan kuliah di “Sekolah Tinggi Komunikasi”. Tanpa menyebutkan label kampus. Karena, pasti mereka akan bingung juga. Dan ujung-ujungnya nanya-nanya lagi. Jadi panjang kan. Tapi, ngga menutup kemungkinan juga ketika gue menyebutkan Sekolah Tinggi Komunikasi pertanyaan nama kampusnya ngga muncul. Nama kampusnya itu? ooo, itu namanya. Di daerah mana sih? sebelah mana ya? Bikin sakit hati kalo terus-terusan ditanya.
Alhamdulilah, gue lulus tepat waktu. Perjuangan ngga berhenti sampai disitu. Adalah masalah pekerjaan. Udah kerja belum? ngelamar kemana aja? Anak saya lulusan UI cuma seminggu di rumah langsung diinterview. Damn! Berhubungan lagi sama yang namanya label kampus. Tapi ada secercah keyakinan yang masih tersisah di antara kemelasan gue. Allah ngga tidur. Allah pasti punya rencana kenapa selama 6 bulan gue masih belum kerja juga. Dan terbukti. Gue dipanggil untuk interview oleh perusahaan Station Televisi Nasional di Jakarta. Dan gue masih kerja di perusahaan sampai saat ini.
Setelah perjuangan mendapatkan pekerjaan terbayar, selanjutnya perjuangan untuk mendapatkan jodoh Tuhan. Setelah kurang lebih 1 tahun setengah kerja, gue pun dipertemukan oleh seorang laki-laki yang akhirnya menjadi suami gue saat ini. Alias Bajak Laut. Alhamdulilah, sebelum gue bertemu Bajak Laut nggak ada pertanyaan ekstrem yang bikin sakit hati.
***
Sekarang gue udah menyandang status sebagai seoarang istri. Ada hal penting yang harus gue persiapkan. Adalah mental ketika ada yang bertanya; udah hamil belum? kok belum hamil-hamil? makannya yang sehat-sehat dong. Dan bla bla bla bla…
Pertanyaan-pertanyaan akan muncul lagi ketika ada hal gue sudah memiliki anak. Mulai dari udah bisa apa aja? sekolah dimana? dan pertanyaan-pertanyaan dari hal yang sederhana sampai yang rumit dan nggak penting.

Hidup memang akan selalu dikelilingi oleh ribuan pertanyaan. Tergantung bagaimana diri kita yang menanggapi :)

Tinggalkan komentar »

24 tahun

Cumi-cumi say’s;

Allah begitu baik, karena gue masih diberikan nafas hingga tahun ke 24. Hadiah yang begitu besar adalah diberikannya suami yang begitu baik, pintar, sabar, dan beberapa kelebihan kekurangan lainnya.
Ini adalah perayaan ulang tahun gue yang ke 2 kalinya bersama Bajak Laut.
Malam-malam tepat pukul 24:00, Bajak Laut bangunin gue sambil bawa cake kecil sebanyak 6 buah yang bertuliskan “Happy Bday Ibu” dengan kondisi lampu kamar dimatiin. Antara ngantuk, dan mulut ngga sanggup niup lilin karena jujur aja kayaknya rada-rada bau :D. Tapi, pada akhirnya gue bangun juga. Lalu tiup lilin.
Bukan kado berupa barang mahal yang gue harapkan dari Bajak Laut. Saat ini, gue insyaallah sudah siap untuk menerima rejeki dari Allah berupa anak. Mengenai rejeki harta, itu sudah diatur Allah. Jadi, sekalipun sampe sekarang kita belum punya rumah sendiri dan belum punya banyak uang, insyaallah Allah sudah punya jalan terbaik untuk mencukupi kebutuhan kita seiring berjalannya waktu.

آمِيّنْ… آمِيّنْ….يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّ

Tinggalkan komentar »

Ranking Google

Semenjak habis nikah gw belum pernah nulis lagi di blog…karena sibuk dari urusan bulan madu n kerjaan yang lagi lumayan mendera-dera setelah cuti seminggu. Pas gw coba buka cumicumibajaklaut.wordpress.com jreng-jreng….WOW udah dapet Pagerank 1 dari Mbah Google…artinya blog kita lumayan banyak yang baca dan akses dan kena di search Google…
Pagerank 1

Tinggalkan komentar »

4 Nov ’12

Cumi-Cumi Say’s:

Minggu, 4 Nov ’12. Adalah hari tepenting dalam hidup gue dan Bajak laut. Karena itu adalah hari pernikahan kami.
Sekitar pukul 16:00 prosesi ijab qobul dilaksanakan. Sampai akhirnya Bajak Laut mengucapkan ijab di depan Penghulu dan saksi-saksi yang hadir. Meskipun dia harus mengulang. Karena Penghulu menginginkan apa yang dia ucapkan sesuai dengan catatan yang diberikan Penghulu.
Gue deg-degan. Gimana enggak, kalo sampe lebih dari 3x tetep salah, mau nggak mau Bajak Laut harus memulai hari Nol lagi. Maksudnya, dia dan keluarganya harus pulang ke tempat dimana terakhir kali dia singgah sebelum berada di masjid, tempat prosesi akad nikah. Dan barulah mereka boleh balik lagi ke masjid. Tapi, alhamdulilahnya, Bajak Laut cukup mengulang 1x aja. Rasa lega dan haru muncul setelah kalimat Sah dan lafal Alfatihah dilantunkan sebagai wujud rasa syukur karena Bajak Laut berhasil mengucapkan Ijab.
Selanjutnya, proses tukar menukar cincin dan sungkem pun dilakukan. Lalu, beberapa keluarga dan teman-teman yang hadir di akad kita diperkenankan untuk memberikan ucapan selamat. Nggak nyangka, karena ternyata yang dateng lumayan banyak. Tapi,, yang paling banyak sih temen-temennya Bajak Laut.
Begitu gue dan Bajak Laut masuk ke ruang make-up, tiba-tiba hujan turun. Mitosnya, kalo hujan turun bersamaan ketika ada acara pernikahan, itu artinya si penganten mandi sebelum acara. Dan hal itu adalah sesuatu yang harus dihindari. Sementara gue dan Bajak Laut, sebelum berangkat ke gedung melakukan aktifitas mandi terlebih dulu. Maklum, cuaca sebelumnya begitu panas. Dan gue kegerahan. Gue sih ngambil positifnya aja. Kalo hujan turun itu artinya ada rejeki buat warga Bekasi. Ya, karena sudah cukup lama Bekasi nggak diguyur hujan. Biarin aja mereka berkomentar macam-macam.
Perasaan seneng lainnya yang gue rasain adalah ternyata make-up yang menempel di wajah gue serba tidak berlebihan. Beberapa kali gue ngingetin si perias bahwa gue ngga mau tebel-tebel make-upnya. Ngga tau deh dia sebel atau enggak sama gue karena dicerewetin.
Oh ya, ketika beberapa Perempuan beranggapan bahwa dengan mencukur sedikit bulu alis bisa memberikan tampilan yang berbeda atau pangling bagi si pengantin, gue menolak secara keras atas apa yang akan dilakukan si perias. Gue ngga mau alis gue dicukur. Sedikit apapun itu. Karena bagi gue, alis bukan ukurannya. Bahkan menurut gue akan terlihat aneh kalo sampe dicukur. Biarkan saja hadir terlihat apaadanya. Cantik itu akan terlihat indah dari senyum yang tulus, hati yang baik dan keikhlasan dalam setiap gerakan.
***
Resepsi berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Sejak pukul 19:00-21:00. Gue termasuk orang yang mengaharapkan kesempurnaan dalam acara-acara penting. Termasuk hal detail sekalipun. Hanya saja, gue dan Bajak Laut hanya diberi kesempatan untuk mengatur design undangan, list undangan dan baju pengantin. Selebihnya, gue nggak boleh terjun sendiri untuk mengatur ketring dan lain-lain. Karena, keluarga ngga menginginkan gue pusing. Meskipun begitu, tetep aja gue pusing :D.
Pusing karena, beberapa kali design undangan direvisi. Pusing karena design baju pengantin untuk resepsi ngga sesuai dengan contoh yang gue kasih. Berkali-kali gue bertanya ke Bajak Laut mengenai bagus atau tidaknya baju itu. Dan berkali-kali juga Bajak Laut bilang bahwa bajunya bagus. Tapi, gue tetep aja ngga percaya. Karena bajunya ngga sesuai dengan apa yang gue inginkan. Contoh yang gue berikan ngga berfungsi sama sekali. Sia-sia!!! Gue terus-terusan mengeluh ke Bajak Laut. Tapi, begini jawaban dia “Mau bagaimanapun bentuk bajunya, yang terpenting sekarang bagaimana cara kamu membawakan baju itu. Kalo kamu PeDe, insyaallah kamu pasti akan terlihat cantik”. Ya, hanya jawaban itu yang menurut gue paling indah. Mau dirombak pun kayaknya waktunya ngga cukup. Akhirnya, gue pun ikhlas aja.
Bajak Laut belum terlalu ambil pusing. Karena permasalahan yang gue alami belum menyangkut dirinya secara besar. Maklum, karena baju yang gue design buat dia belum diperlihatkan. Dan lagipula designnya simple. Jadi, pasti ngga akan salah. Bajak Laut pun pernah bilang, bahwa yang terpenting di acara pernikahan adalah akad nikah. Karena, akad berhubungan dengan keabsahan di mata Allah.
Begitu hari besar itu datang, ternyata banyak hal buruk datang di luar dugaan kita. Gue cuma bisa diam! Mulai dari make-up keluarga, perlakuan WO ke anggota keluarga yang belum dia kenal, dan beberapa hal lainnya yang kurang enak untuk diceritakan. Gue juga syok ketika tahu bahwa baju resepsi untuk Bajak Laut pun juga ngga sesuai dengan prediksi gue. Warna yang gue inginkan ngga sesuai. Arrrrrrgh! Gue pengen teriak di telinga orang-orang WO itu. Bahwa kerja mereka ngga bagus!
Dengan terbukanya kesalahan pada saat acara, Bajak Laut udah mau marah-marah. Raut mukanya udah berubah. Tapi berusaha ditahan.
Kita berusaha menahan diri. Setidaknya sampai acara resepsi selesai. Setelah itu, kita boleh marah-marah sesuka hati.
Atas kejadian-kejadian buruk itu, gue sampe ngga enak hati sama mertua. Dan secara pribadi, gue minta maaf sama beliau atas segala kekurangan yang ada. Dan juga ke keluarganya.
***
Dari kekurangan dan kesalahan yang ada di acara pernikahan kita, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan;
1. List pekerjaan-pekerjaan yang harus dikerjakan. Baik yang simple maupun besar.
2. Bentuk panitia acara secara detail.
3. Jelaskan pekerjaan mereka secara mendalam dan pastikan tidak akan menyebrang ke pekerjaan yang lain. Karena dikhawatirkan pekerjaan utamanya akan terbengkalai.
4. List kebutuhan apa saja yang harus dibeli. Jangan sampai terlewat hal-hal yang kecil.
5. Catat apa saja yang pernah disepakati ketika bertemu WO.
6. Bersikap disiplin terhadap WO pun ternyata sangat dibutuhkan.
7. Waspada ketika WO mulai bermulut besar!

Sebenernya masih banyak lagi yang harus diperhatikan. Tapi, kurang lebih itu yang bisa gue bagi :)
***
Dan Alhamdulilah, ketika gue nulis tulisan ini usia pernikahan kita sudah 1 bulan.
Semoga Allah terus memberikan kekuatan kepada kami untuk mengahadpi bahtera kehidupan.
Amiiiiiiiiiiiiin…
Yang terpenting juga adalah, Allah memberikan kepercayaaan kepada kita untuk memiliki momongan :)

Tinggalkan komentar »

My wedding

Cumi-cumi say’s:

Hari ini adalah hari pernikahan gue dan Bajak Laut. Waktu gue lagi nulis tulisan ini, gue masih berstatus calon istri.
Rasa deg-degan mulai bermunculan. Kemarin dan beberapa hari yang lalu bener-bener belum terasa. Yang gue lakuin cuma bisa berdoa supaya acara nanti berjalan dengan lancar.
Akad nikah akan dilangsungkan sekitar pukul 4 sore. Dan resepsi pukul 7-9 malam. Gue pengen cepet-cepet melalui semua itu. Supaya semuanya cepet kelar dan deg-degannya ilang.

Insyaallah gue akan menjadi makmum yang mengikuti perintah imam. Menjadi istri yang baik dan menjaga nama baik suami di depan semua orang.

Bismillahirohmanirohim

Tinggalkan komentar »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.