Catatan Kecil Tentang Kita

Kami Cumi-Cumi & Bajak Laut

Rania tumbuh gigi

Alhamdulillah yang dinanti2 akhirnya ‘bersemi’ juga. Gigi Rania mulai menampakkan diri. Dulunya setiap kali diraba belum menunjukkan tanda2 itu. Lama2 bosen dan dicuekin. Tapi, menginjak usia 7w dan ketika sedang menyuapi Rania menggukan sendok besi, gue merasa sendoknya menyentuh benda keras. Dan benaaar! Itu adalah gigi. Tadinya gue pikir cuma tumbuh 1. Setelah dicek lebih detail lagi ternyata ada 2. Waaah, tambah sumringah deh ibu :*

Tinggalkan komentar »

Naura Ngaji

Hari ini adalah hari pertama Naura belajar ngaji bareng sama teman-temannya di rumah Raka. Naura antusias banget. Gue perhatiin setiap kali mereka baca doa pendek bersama, Naura selalu ngikutin dari rumah. Jadi, menurut gue kayaknya dia tertarik untuk belajar. Dan lagi selalu bilang “mau ngaji”. Sedikitpun nggak gue paksa harus fokus baca dan menulis. Mau duduk bareng dan anteng aja udah alhamdulillah.
Tambah pinter ya nak…

Tinggalkan komentar »

Amazing

Alhamdulillah anak2 sudah kembali sehat setelah hampir seminggu lebih mengalami batuk pilek. Bahkan, saya dan suami pun turut merasakannya secara bergantian. Memang sungguh benar kalimat, “sehat itu mahal harganya”.
Ada kejutan yang diberikan Rania dan Naura usai sembuh. Diusianya yang menginjak 7 bulan, Rania sudah bisa merangkak. Entah itu menggunakan lutut maupun perutnya. Bahkan pelan2 hampir bisa duduk sendiri. Meskipun gagal karena jatuh lebih dulu.
Sementara Naura, sifat kritisnya semakin bertambah. Sebagai orang tua pun harus memiliki senjata agar tidak lumpuh ketika ditodong pertanyaan bertubi-tubi.
“Kakaknya mana?”
“Sekolah.”
“Sekolah dimana?”
“Di sekolahan depan.”
“Depan mana?”
“Itu lho mbak, di depan komplek kan ada TK. Nah kakak sekolahnya di situ.”
“Mamanya mana?”
“Masak.”
“Masak dimana?”
“Di dapur.”
“Dapur mana?”
“Dapur rumah.”
“Rumah mana?”
“?????…..”
Tentunya masih ada banyak lagi pertanyaan Naura yang membuat siapapun yang mendengarnya terkekeh, kesal karena terus bertanya atau bahkan ingin menciumnya bertubi2 karena gemas.
That’s amazing from my child. How abaout u?

Tinggalkan komentar »

Pawon

Dulu, waktu masih lajang, yang ada di pikiran saya adalah penuh dengan kata-kata belajar, belajar, dan belajar. Entah belajar waktu di bangku sekolah dan belajar saat di dunia kerja. Ngga terpikir sedikitpun bagaimana nantinya ketika sudah berumahtangga harus masak untuk keluarga. Jujur, untuk resep masakan, menu yang paling saya kuasai adalah sayur bening. Entah itu bening bayam, katuk atau bening oyong. Selebihnya selalu nyontek karena sering lupa.
Begitu punya rumah sendiri, saya pun dituntut untuk selalu memasak. Karena suami doyan makan. Terlebih waktu itu Naura belum saya kasih makan yang aneh2. Kunci andalan saya ada pada 1 benda. Hapeeee…
Karena, segala macam resep ada di sana.
Sampai akhirnya saya punya 2 anak. Kerepotanpun semakin terjadi. Pekerjaan saya lakukan dengan metode jam terbalik. Saya baru bisa masak di malam hari ketika anak2 tidur. Bahkan pernah saya masak jam 11 malam. Seandainya ada yang jualan sayur matang siap antar.
Tapi, ternyata Allah mendengarkan doa batin saya. Akhirnya di lingkungan rumah ada yang membuka jasa ketring. Alhamdulillah. Tenaga saya bisa tersimpan untuk menjaga anak2 lebih lama. Jujur saja, kalau saya harus masak malam hari, dan ketika bangun pagi2, badan saya masih butuh istirahat. Tapi, apa daya, suami harus berangkat kerja. Jadi saya harus siap siaga.
Pawon saya pun sepi dari aktifitas. Paling kalo di meja makan kurang lauk atau harus merebus air, baru deh terlihat kotor lagi.

Hehehe…

Tinggalkan komentar »

Musim

Waktu gue baru pindah, hanya ada 1-2 ibu hamil. Tapi, begitu menjelang kehamilan gue masuk semester 2, mulai deh bermunculan ibu-ibu hamil selanjutnya. Bahkan ada yang bersamaan. Percaya ngga percaya, kalau menurut suami sih ya, aura ibu hamil lebih mudah menular. Makanya banyak-banyak deket atau minimal silahturahim sama bumil. Tapi, itu menurut pendapat suami sih, ya.
Memang akan terus ngga percaya atau terheran-heran kalau ada tetangga yang hamil hanya berbeda hitungan hari, minggu dan bulan. Itulah rahasia Allah dan rencana Allah.
Dan yang belum kunjung diberikan momongan semoga cepat diberikan momongan…amiin ***

Tinggalkan komentar »

Toilet Training season 2

Begitu Rania lahir, toilet training Naura sempat terhenti sampai beberapa bulan. Dan, kira-kira pertengahan maret, dengan penuh keyakinan bahwa Naura dan gue bisa, akhirnya training pun diberlakukan kembali. Setiap 2 jam sekali Naura diajak ke kamar mandi untuk pipis. Tentunya tidak secara terbuka bahwa dia pergi ke toilet untuk pipis. Karena Naura menolak dan marah. Maklum dia belum bisa membedakan rasa kebelet pipis. Jadi, paling dibawa ke kamar mandi dengan alasan cuci tangan. Lama-lama akhirnya dia nanya, kenapa kok cuci tangan. Misalnya dia tadi pegang hp atau makan coklat, krupuk dll. Makanya harus cuci tangan. Pokoknya segala macam alasan yang bikin dia bersedia ke kamar mandi. Kecuali saat bangun tidur. Gue bilang bahwa diapersnya sudah penuh makanya harus diganti. Padahal sering kali saat dibuka, diapersnya masih dalam kondisi kering. Sebagai ibu, gue khawatir Naura belum bisa mandiri ke kamar mandi. Mengingat sebentar lagi dia akan sekolah.

Happy Training Naura…

Tinggalkan komentar »

The first eat

Alhamdulillah, hari ini umur Rania genap 6 bulan. Artinya, Rania sudah bisa diberikan MPASI. Dan makanan pertama yang ibu berikan adalah pepaya. Cukup dihaluskan seperti bubur yang cair dan tanpa diberi bumbu atau rasa apapun. Tidak perlu banyak di hari pertama makannya. Karena lambung bayi memang masih kecil. Alhamdulillah Rania tidak sulit saat diberi makan.
Sebenarnya, dokternya sudah menganjurkan Rania untuk makan di usia 4 bulan. Karena menurutnya umur 4 bulan bayi sudah bisa makan. Cukup diberi bubur susu saja. Setelah gue searching di beberapa artikel, memang ada beberapa dokter muda yang berpendapat demikian. Meskipun secara umum bayi memulai MPASInya di usia 6 bulan.
Terjadi perbedaan pendapat antara gue dan suami. Menurut gue, nanti saja Rania makan ketika umur 6 bulan. Karena dia lebih banyak minum ASI. Dibandingkan Naura yang sebagian besar memang minum sufor. Makanya Naura umur 4 bulan sudah makan bubur. Alhamdulillah akhirnya suami sependapat juga.

Sehat sehat Rania :*

Tinggalkan komentar »

Rania Hanun Shafina

Perkenalkan, inilah anggota keluarga baru kami. Maaf baru diperkenalkan. Maklum sibuk jadi ibu muda anak 2. Hehehehe… Jeng jeng jeeeeng….

image

Beda ya. Ga kayak Naura waktu baru lahir. Rania lahir melalui proses caesar. Panjang 47 dan beratnya 3,4. Alhamdulillah semuanya sehat, lengkap dan selamat. Itu foto waktu Rania lagi di ruang bayi. Udah dibersihin. Ibunya kemana? Tentunya masih di ruang operasi. Rania lahir caesar karena pembukaan rahimnya tidak ada perkebangan. Hanya sampai pembukaan 1. Padahal ketuban sudah pecah dari pukul setengah 8 malam. Dan sampai pukul 2 tidak ada perubahan pembukaannya. Akhirnya dini hari langsung dilakukan operasi.
Semuanya sudah dipasrahkan. Yang terpenting anak bisa selamat sudah alhamdulillah.
Proses pemulihan pasca operasinya pun berlangsung cepat. Berbeda jauh dengan operasi waktu lahiran Naura. Sakitnya bikin kaku dan nyeri semua badan. Alhamdulillah juga sampai umur Rania hampir 6 bulan, dia masih minum ASI. Meskipun proses perjuangannya gagal diawal. Karena asi baru keluar 4 hari kemudian. Itupun sampai kurang lebih seminggu masih dibantu sufor. Karena asi belum maksimal dan Rania mengalami kuning. Tapi, masih dalam batas normal. Jadi, cukup dibantu jemur di bawah matahari antara pukul 7-8 pagi dan minum susu sebanyak mungkin. Begitu asi sudah cukup memadai untuk kebutuhannya sehari-hari, sufor pun berhenti. Akhirnya, kewajiban saya sebagai ibu untuk makan banyak dan sehat demi asi pun berada di pundak dan akan terus berjalan selama 2 tahun.
Alhamdulillah perkembangan Rania berjalan cepat. Mulai dari proses kepala tegak sekitar umur 2 bulan setengah, tengkurap 3 bulan setengah, dan perlahan proses guling sana-sini sampai berputar posisi dan nyaris merangkak. Sekarang menuju umurnya ke 6 bulan, Rania sudah dibiasakan duduk. Meski masih disangga.
Sebagai adik, tentu saja Rania sering mendapatkan cobaan dari mba Naura (sebagai orang jawa jadi anak perempuan tertua dipanggil mba). Entah diklitik kakinya, jempol beserta kaos kaki Naura masuk ke mulut Rania, kepalanya didorong ke kepala Rania, Rania yang sedang telentang atau tengkurap diduduki Naura, dan masih banyak lagi keisengannya. Tapi, hal itu tak lantas selalu membuat Rania marah atau menangis layaknya bayi. Diperhatikan, justru Rania lebih banyak tertawa.
Rania adalah follower Naura. Ketika Naura sedang lompat-lompat dikasur, maka Rania pun turut merespon ikut melompat. Tentu saja badannya masih ku pegang ketika melompat. Istilah orang jawa dikudang. Sehaus apapun Rania, saat dilihatnya ada Naura yang duduk di sebelahnya masih bermain, maka Rania urung minum susu dan lebih tertarik menghampiri Naura dengan berguling-guling. Naura marah karena terganggu. Ujung-ujungnya Rania didorong sampai terguling.
Begini ternyata meiliki anak lebih dari 1. Super duper istimewa perjuangannya.

Tinggalkan komentar »

2nd anniversary Naura Auni Shafina

image

image

image

image

Tinggalkan komentar »

Toilet training

Menginjak usianya genap 2 thn, toilet training hampir setiap hari dilakukan. Kalo dulu sebulan sekali, seminggu sekali dan dua hari sekali.
Lucu2 pengalamannya. Pernah begitu selesai mandi, belum pakai baju tapi udah ngewes. Dan begitu pakai baju, ga berapa lama udah ngewes lagi. Senengnya sih Naura selalu bilang kalau dia pipis. Ya meskipun telat. Kalau soal empup (maaf), Naura juga belum bisa rutin ke kamar mandi. Pasti kebablasan duluan. Tapi, kayaknya dia juga jadi risih kalo empup ga di diapers. Mudah2an dengan begitu dia jadi lebih cepat mandiri ke kamar mandi.

Tinggalkan komentar »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.