Orang pertama yang….

Orang pertama yang….

​Siapa Org pertama menemukan telepon ? Jawab nya :

Alexander Graham Bell ..

Nah…kalau org pertama tulis bismillah siapa ? Kasihan kalau anak- anak kita tanya kepada Ibu/Bapak…bisa jawab enggak ? simpan catatan ini ya. Mari kita kenali Islam !

30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM

———————————

1. Orang yang pertama menulis Bismillah: Nabi Sulaiman AS.

2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS.

3. Orang yang pertama berkhitan : Nabi Ibrahim AS

4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari qiamat : Nabi Ibrahim AS.

5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari qiamat : Nabi Adam AS.

6. Orang yang pertama mengerjakan sa’i antara Safa &Marwah : Sayyidatina Hajar

7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat : Nabi Muhammad SAW.

8. Orang yang pertama menjadi Khalifah Islam : Abu Bakar As Siddiq RA.

9. Orang yang pertama menggunakan Kalender Hijriyyah : Umar bin Al-Khattab

10. Orang yang pertama meletakkan Jabatan khalifah dalam Islam : Hasan bin Ali RA.

11. Orang yang pertama menyusui Nabi Muhammad SAW : Thuwaibah RA.

12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Haris bin Abi Halah

13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita : Sumayyah binti Khabbat

14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab /lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash

15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas

16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan menyerukan adzan: Bilal bin Rabah

17. Orang yang pertama sholat dengan Rasulullah SAW :

Ali bin Abi Tholib

18. Orang yang pertama membuat mimbar masjid Nabi SAW :

Tamim Ad-dary

19. Orang yang pertama menghunus pedang dalam perjuangan fisabilillah : Zubair bin Al-Awwam

20. Orang yang pertama menulis sejarah Nabi Muhammad SAW :

Ibban bin Othman bin Affan

21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW :

Khadijah bt Khuwailid.

22. Orang yang pertama menggagas usul fiqh :

Imam Syafi’i RH.

23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam:

Ali bin Abi Tholib

24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam :

Muawiyah bin Abi Sufyan

25. Orang yang pertama membuat perpustakaan umum:

Harun Ar-Rasyid

26. Orang yang pertama mengadakan baitulmal : Umar bin Khattab

27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur’an setelah Rasulullah SAW :

Ali bin Abi Tholib

28. Orang yang pertama membangun menara di Masjidil Haram Mekah:

Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur

29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry :

Mus’ab bin Umair

30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga :

Nabi Muhammad SAW.         

      
Pesan moral !
Rugilah klo tidak SHARE sebab ini 1 peluang dakwah yg MUDAH.Mari kenali Islam kita secara utuh …

Alfhabeth & hijayah

Alfhabeth & hijayah

Alhamdulillah, sebentar lagi Naura sekolah Play Group (PG). saya sadar, Naura akan menjadi murid paling besar di kelasnya. karena postur tubuhnya yg tinggi n umurnya yang 1 bulan menuju 4y ketika masuk sekolah (bulan Juli). tapi ga apa2. ingat! sekolah atau belajar tidak mengenal umur ataupun tinggi badan. sengaja saya lambatkan, karena saya tidak ingin semuanya berjalan secara tergesa2 tanpa melihat sikon si anak. jika memang nanti di tengah perjalanan si anak sudah jauh lebih mampu atau pesat perkembangannya, maka saya dan suami akan berdiskusi dengan guru terkait meminta pertimbangan untuk naik tingkat. ya semoga saja bisa.

sambil menunggu masuk sekolah, banyak hal yang pelan2 saya berikan kepada Naura. baik itu ilmu maupun pengetahuan. dan Naura tipe anak yang tidak bisa dipaksa belajar. hal itu yang saya tangkap ketika belajar dengan saya dan suami. tapi, ketika dengan orang lain, seperti guru mengajinya, Naura bisa mengikuti arus. makanya dia sudah tahu huruf2 hijayah. meskipun mengaji masih masuk Iqra 1. ya, mudah2an ketika nanti sekolah pun bisa belajar dengan baik juga.

ada tak tik yang saya lakukan untuk mengenalkan alfhabeth kepadanya. adalah dengan memberikan perumpamaan. misalnya; huruf yang seperti prosotan adalah K, huruf yang seperti mcd adalah M, yang seperti donat O, dll. dan hasilnya alhamdulillah pelan-pelan mulai hafal. 

belajar dengan anak2 usia dini tidak selalu penuh keseriusan. ajak dia bermain sambil belajar. sebagai ibu, saya dituntut untuk selalu aktif berinteraksi dengan anak. saya menginginkan adanya komunikasi 2 arah yang kelak bisa membantunya atau mendorongnya menjadi manusia yang terbuka (ekstrofet). jadi, ketika ada masalah lantas tidak membuatnya berdiam diri memendam masalah. alhamdulillah saya cepat tersadar ketika sudah asyik dengan kesibukan di rumah. apalagi semua pekerjaan saya handle sendiri. merasa kasihan melihat anak2 sibuk bermain sendiri tanpa saya. padahal saya ada di sekitar mereka. makanya, saya harus pintar mengatur waktu. sebisa mungkin waktu saya lebih banyak dengan mereka. 

ketika nanti anak2 sudah masuk dunia sekolah, saya sepenuhnya tidak serta merta lepas tangan. di rumah pun harus berada di bawah pengawasan ketika belajar. saya khawatir, jika nantinya saya terlalu percaya pada sistem di sekolah, namun ternyata si anak berada di bawah tekanan belajar, justru akan membuat si anak tertinggal. untuk itu kembali lagi pada sistem belajar di rumah “bermain sambil belajar”. biasanya, selesai mandi sambil memakaikan baju, saya mengajak Naura menyanyi. padahal isi liriknya tentang nama2 malaikat atau nabi. iseng2 saya pun menjadi bu guru. menuntun Naura untuk menyebutkan huruf2 alfhabeth, angka dan hijayah. meskipun sudah hafal dalam penyebutan, tapi dia belum hafal sepenuhnya dalam mengenal bentuknya.

sebagai orangtua baru, saya belum berani dan bahkan takut menuntut anak2 untuk selalu menjadi yang pertama. cita2 saya tidaklah muluk2. cukuplah mereka kelak menjadi anak2 yang sholehah, baik dan jauh dari sifat syirik, iri, ria’ dan dengki. tidak selamanya pertama itu menjadi utama.#

serba serbi pasar

serba serbi pasar

waktu itu, sudah hampir seminggu lebih abang penjual sayur di sekitar komplek libur. menurut cerita sih ada anggota keluarganya yang meninggal. sepertinya akan memakan waktu lama liburnya. alhasil, saya meminta pertolongan suami untuk mengantarkan ke pasar. 

pasar seperti surga dunia bagi ibu2 pecinta masak. kewajiban saya adalah menyediakan masakan yang lebih baik untuk keluarga saya. jadi, mau ga mau saya harus pergi ke pasar. meskipun bau, becek dan sesak. 

sesampainya di pasar, ternyata penjual sayur langganan saya libur. seketika buyar bahan2 yang mau saya beli dan yang tadinya tersimpan rapi di ingatan. saya mencari penjual yang memiliki kualitas barang oke tentunya. tapi, tetap tidak mengenyampingkan sisi kemanusiaan juga. saya memesan racikan sayur asam kepada si ibu penjual sayur yang sepertinya seumuran nenek saya. hanya dalam hitungan 5 detik kurang lebih, pesanan saya sudah tersedia. saya pun menerawang isinya (karena plastik yang digunakan berwarna putih transparan). “masih bagus nih barangnya,nek?”. “meskipun sudah diplastikin, barang yang saya kasih masih bagus2”. okelah. saya masih menghormati beliau sebagai orangtua. jadi, plastik pun tidak saya buka. 

sesampainya di rumah, sayur asam itu tidak langsung saya masak. sekitar 2 hari kemudian barulah saya olah. dannn, di luar dugaan! saya ga permasalahkan harga yang dibandrol si ibu penjual sayur itu. tapi, ternyata racikan sayur yang saya minta diluar kebiasaan penjual sayur lainnya. ga ada lengkuas, daun salam, daun melinjonya hancur, ga ada terong, ga ada nangka muda, dan asam yang diberikan pun asam jawa yang sudah dikupas. OMG! saya hanya bisa mengelus dada. jadi, sayur asam saya hanya berisi jagung, kacang panjang, labu, melinjo. si ibu sih memberikan pepaya muda. tapi, saya ga biasa masak sayur asam menggunakan pepaya. dan biasanya pun saya menolak jika ditanya menggunakan pepaya muda atau tidak. ya sudahlah ya. semoga nenek itu cepat dapat mengoreksi diri. 

memang bermacam2 sifat penjual di pasar itu. ada yang sopan, banyak senyum, jutek, tegas, dan lamban.

oh iya. setelah saya beli sayur asam. saya pun menuju penjual bumbu. saya membeli lengkuas, jahe, dan bawang merah. alamaaak! sampai2 Rania yang saya gendong rewel karena menunggu lama dilayani si ibu penjual. padahal, sudah tidak ada pembeli yang mengatri panjang. hanya ada saya dan 2 laki2. itu pun saya menjadi pembeli terakhir yang dilayani setelah si ibu memilih melayani laki2 yang padahal datangnya belakangan. dunia oh dunia! hayati lelah mengantri…. lagi2 saya salah memilih penjual. ini tak lain karena penjual bumbu langganan saya sedang tutup juga.

saya bukan tipe  orang yang menawar segala macam jenis makanan melampaui batas kewajaran. dan menawarpun memang jarang saya lakukan. karena sama2 sebagai pedagang, saya pun merasakan keuntungan banyak bisa menjadi modal selanjutnya untuk berdagang. jadi, rasanya kurang pantas jika menawar. terlebih kepada pedagang yang bermukim di pasar. kalau pun saya terpaksa menawar, paling selisihnya masih dalam batas wajar. saya pun ga abis pikir jika ada orang yang menawar bahan masakan di pasar atau abang sayur keliling melampaui batas. padahal, jika membeli baju kisaran harga ratusan ribu bahkan lebih tanpa pikir panjang langsung dibeli. 

di pasar yang sering saya kunjungi, setahu saya hanya ada 1 pedagang seafood. seafoodnya sih seger2. tapi, begitu berhadapan dengan si penjual, muka saya langsung ga seger. penjualnya itu ga ramah. senyum sedikit aja enggak. saya memang tipikal orang yang menilai orang lain melalui kesan pertama. jika kesan pertama kurang menyenangkan, maka penilaian buruk bisa saya sematkan. duh mentang2 yang paling laris. tapi, begitu saya berkeliling ke seluruh penjuru isi pasar, akhirnya saya menemukan penjual seafood lain. orangnya jauh lebih ramah. pelayanannya maksimal. dan mulai saat itu saya memutuskan untuk beralih haluan.

di pasar, ada juga yang sepi pembeli. penjual lebih banyak melamun. memandangi pembeli yang berkerumun memilih pedagang di depannya. mungkin dalam pikirannya terbesit “alangkah beruntungnya mereka”. tidak ada salahnya membeli dagangan mereka, lho. 

di pasar juga ada yang jual gorengan, ketan, ayam ungkep, dan sayur yang sudah dimasak dan dibungkus dalam plastik. hanya saja, ada beberapa yang saya lihat dihinggapi lalat. mungkin jika lebih baik ada penutupnya. buah, baju, oerabotan pun tersedia. jadi jangan khawatir.

hmmm…, sebagai pembeli, selain harus pintar juga dituntut bijak dalam berbelanja. bagaimana cerita ibu2 yang lain saat berkunjung di pasar? 

Kamu beranjak besar Naura

Kamu beranjak besar Naura

saya bukan tipe ibu yang mudah melepas anak bermain. sekalipun saya tidak membuntuti, setidaknya saya berada di luar juga dan mata saya masih bisa menjangkau keberandaannya. bahkan dalam aktifitas kegiatan nonformalnya. sekalipun masih dalam lingkungan komplek rumah, saya tidak serta merta langsung membiarkannya berangkat dan pulang sendiri. hampir 1 bulan saya menunggu di depan rumah guru mengajinya selama dia mengaji. resikonya adalah saya harus mau bercapek ria mondar mandir karena sambil menjaga si kecil.

pikiran saya terlalu rumit untuk dijelaskan. ditambah pemberitaan mengenai tindak kejahatan terhadap anak. dan, lalulalang kendaraan yang masih diacuhkan anak-anak. namun, seiring berjalannya waktu, pada akhirnya pelan-pelan saya memberanikan diri untuk membiarkan dia berangkat hanya bersama temannya. tapi, tetap saya awasi dari jauh. 

dan sore itu, mendadak cuaca berubah gelap. sementara sebentar lagi saatnya Naura pulang mengaji. harus membayangkan menggendong Rania di tengah hujan sambil membawa payung menjemput Naura rasanya ngga tega. tapi, kepada siapa saya harus menitipkan Rania. jika saya titipkan maka akan menambah pekerjaan baru. bukan hanya itu. saya pun akan mengganggu kenyamanan orang lain. ya sudahlah. pada akhirnya saya beranikan diri menjalani apa yang saya bayangkan tadi. hujan turun semakin deras. tapi, Rania berdecak riang melihat payung di atas kepalanya.

saat menuju rumah, Naura terlihat kerepotan membawa payung. terlalu rendah. sehingga membuat pandangannya terhalangan. celananya pun basah. tidak peduli ada genangan kakinya terus menerjang. berkali-kali ku ingatkan agar berhati-hati.

terimakasih hujan. karena engkau turun sehingga membuatku mengerti bahwa ilmu tidak hanya diberikan di bangku sekolah. Naura menjadi tahu bahwa payung tak hanya digunakan ketika panas terik. tapi juga saat hujan. payung yang sekalipun melindungi kepalanya tapi ternyata masih bisa membuat kakinya basah.

#Naurania