bertetangga

bertetangga

waktu masih lajang dan setelah menikah tapi masih tinggal di rumah orangtua, masih sedikit adanya keinginan untuk membangun hubungan lebih dekat dengan tetangga. selama itu yang tertanam dalam diri saya adalah, yang penting setiap ketemu senyum sudah cukup. ga perlu ngobrol atau saling mengunjungi.

tapi, begitu pindah ke rumah sendiri, mau ga mau saya harus berubah. mengunjungi tetangga sakit, melahirkan, pkk, posyandu dll. dan disitu saya pun harus bisa merangkai kata menjadi kalimat santun sebagai bahasan obrolan antar tetangga. kasarnya sih basa-basi. meskipun saya memiliki pengalaman bekerja di kantor, tapi dunia pertetanggaan itu berbeda. sensitive. jika tidak hati2 dalam bersikap, bergaul dan berbicara, maka bisa menjadi bahan pembicaraan.

tetangga bukan sedarah. tapi, lebih dari sedarah. ketika kita membutuhkan pertolongan, tetangga adalah saudara terdekat yang akan datang lebih cepat. akan lebih baik jika kita selalu menjaga hubungan baik dengan tetangga namun tidak berlebihan. segala sesuatu yang berlebihan memang tidak sadap dipandang. dikhawatirkan, jika tiba2 terjadi konflik justru akan memecah tali silaturahmi yang sebelumnya telah terjalin. hubungan baik itu terjalin sewajarnya saja. tidak masuk terlalu jauh ke ranah pribadi dan sampai mengganggu kenyamanan salah satu anggota keluarga tetangga. tidak mau kan dianggap sebagai orang yang tidak diharapkan?

pun karena bertetangga membuat kita mengenal lebih banyak karakter manusia. belajar bersabar, adaptasi, dan berkomunikasi lebih baik. bertetangga juga mengharuskan dapat memilih mana yang baik dan tidak.

selama bertetangga, saya berusaha menghindari obrolan yang tidak bermanfaat. istilahnya menggunjing. jika ingin mendebatnya, paling saya cerita ke suami. sebagai bahan diskusi. mulut memang susah untuk tidak berkomentar. maksud hati memberi solusi atau pahlawan kesiangan, tapi yang ada malah membuat orang tersinggung. saya berusaha menghindari perselisihan dengan tetangga. makanya, suami adalah orang yang selalu menjadi tempat diskusi saya. jika saya salah, suami pun akan membetulkan. begitupun sebaliknya.

bertetangga juga jangan pelit, ambisius dan iri hati. hihihihi… sesekali berbagi makanan jika ada berlebih. mungkin bagu tetangga rasanya biasa. tapi, dengan bertemu insya allah akan tumbuh keakraban. insya allah. hihihihi

sampai sekarang, saya pun masih terus belajar bertetangga dengan baik. salam super tetangga…

tetangga

tetangga

waktu masih lajang dan setelah menikah tapi masih tinggal di rumah orangtua, masih sedikit adanya keinginan untuk membangun hubungan lebih dekat dengan tetangga. selama itu yang tertanam dalam diri saya adalah, yang penting setiap ketemu senyum sudah cukup. ga perlu ngobrol atau saling mengunjungi.

tapi, begitu pindah ke rumah sendiri, mau ga mau saya harus berubah. mengunjungi tetangga sakit, melahirkan, pkk, posyandu dll. dan disitu saya pun harus bisa merangkai kata menjadi kalimat santun sebagai bahasan obrolan antar tetangga. kasarnya sih basa-basi. meskipun saya memiliki pengalaman bekerja di kantor, tapi dunia pertetanggaan itu berbeda. sensitive. jika tidak hati2 dalam bersikap, bergaul dan berbicara, maka bisa menjadi bahan pembicaraan.

tetangga bukan sedarah. tapi, lebih dari sedarah. ketika kita membutuhkan pertolongan, tetangga adalah saudara terdekat yang akan datang lebih cepat. akan lebih baik jika kita selalu menjaga hubungan baik dengan tetangga namun tidak berlebihan. segala sesuatu yang berlebihan memang tidak sadap dipandang. dikhawatirkan, jika tiba2 terjadi konflik justru akan memecah tali silaturahmi yang sebelumnya telah terjalin. hubungan baik itu terjalin sewajarnya saja. tidak masuk terlalu jauh ke ranah pribadi dan sampai mengganggu kenyamanan salah satu anggota keluarga tetangga. tidak mau kan dianggap sebagai orang yang tidak diharapkan?

pun karena bertetangga membuat kita mengenal lebih banyak karakter manusia. belajar bersabar, adaptasi, dan berkomunikasi lebih baik. bertetangga juga mengharuskan dapat memilih mana yang baik dan tidak.

selama bertetangga, saya berusaha menghindari obrolan yang tidak bermanfaat. istilahnya menggunjing. jika ingin mendebatnya, paling saya cerita ke suami. sebagai bahan diskusi. mulut memang susah untuk tidak berkomentar. maksud hati memberi solusi atau pahlawan kesiangan, tapi yang ada malah membuat orang tersinggung. 

liburan part. 2

liburan part. 2

hi hi hi…, nulisnya marathon ya. maklum mumpung ada waktu jadi langsung aja bablas.

jadi, setelah suami resign dari kantornya yang terakhir (he*nz ab*), besoknya yaitu hari selasa, sekeluarga langsung berangkat ke bogor. rumah mbah uti. dan hari minggu pulang.

liburan kita ga jauh. karena masih di area bogor. lagi2 murah meriah ya. adalah cimory riverside. kita berangkat pagi. karena menghindari macet. meskipun bukan weekend tapi kita berusaha mengantisipasi. karena ga mau waktunya habis terbuang percuma di jalan. 

sampai di sana, di depan pintu masuk langsung disambut si sapi besar bertuliskan cimory. seperti biasa kebiasaan warga indonesia, apalagi kalau bukan foto.

banyak tempat duduk yang disediakan untuk menikmati hidangan. kualitas makanannya alhamdulillah memuaskan. apalagi sosisnya. naura lahap makannya. soal harga, dimana ada kualitas pasti ada harga lebih yang harus dikeluarkan. jadi, berimbang sih. 

ada area tempat makan yang langsung menghadap ke rerumputan hijau dan rindangnya pohon besar (hutan). ditambah aliran sungai yang deras menambah eksotisnya pemandangan. tapi, sayangnya jika matahari menampakan diri dalam posisi tinggi, maka sinarnya berhasil menyilaukan mata dan menyengat kulit. jadi, lebih baik ambil posisi yang mengahadap langsung pemandangan itu ketika pagi atau sore menjelang. 

diberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berjalan lebih dekat dengan alam tersebut. cukup membayar 10rb /orang dan mendapatkan 1 bungkus susu kedelai secara cuma2. ada jembatan panjang yang ditata apik untuk mengantarkan pengunjung mendekat ke area hutan. ternyata, ada kebun binatang kecil. binatangnya ada sapi, kelinci, rusa, dan beberapa jenis burung. naura senangnya bukan main. di antara sajian binatang2 itupun disediakan juga spot untuk berteduh atau sekedar melepas lelah.tapi, jangan heran ya jika mencium bau2 tak sedap. ya namanya juga ada binatang sapi. empupnya kan pasti sembarangan. hihihihi…

bukan hanya itu saja. di dekat area makan tadi, juga ada tempat games, taman bermain, toko baju dan minimarket yang menyediakan oleh2 coklat, susu kedelai, yogurt, dll. pokoknya alhamdulillah puas.

perlu dicoba, lho….

liburan part.1

liburan part.1

semenjak hamil dan rania lahir sampai umur hampir 1y, baru beberapa bulan yang lalu kita sekeluarga liburan lagi. liburannya murah meriah saja. ga nginep dan ga jajan mahal. udah pada tau kan suami dan anak2 posisi lagi dimana? hehehehe…, yup bener banget. itu pantai ancol. dengan segala kenekatan, akhirnya kita sepakat berangkat setelah sahalat subuh. berbekal cemilan, bekal untuk mpasi rania, dan baju sekedarnya untuk anak2. 

awalnya sama sekali ngga niat mau main air. karena niatnya hanya sekedar jalan2 pagi menikmati udara pantai. tapi, tiba2 suami membawa naura ke tepi pantai dan disusul rania. naura awalnya takut. tapi, begitu melihat si adik asik menikmati, akhirnya dia pun bersedia.

awalnya kondisi belum terlalu sesak. namun, semakin siang semakin membludak. semakin ramai ditambah dengan hidupnya lantunan musik dari ruang operator yang tak jauh dari posisi saya duduk. maklum sih, karena kan hari minggu.

berikut beberapa tips kalau mau liburan di pantai ancol atau pantai lainnya;

  • bawa alternatif alas kaki (sendal dan sepatu flat)
  • baju ganti, perlengkapan mandi
  • bekal (cemilan atau makan berat)
  • jika tidak ingin menyewa tikar (kurleb 20rb), lebih baik membawa tikar sendiri yg ringan dan mudah dibersihkan ketika terkena pasir
  • pilih spot yang nyaman untuk duduk. 

bukan hanya itu. jika tidak ingin terkena macet, atau susah mendapatkan parkir, usahakan datang lebih pagi.

insya allah akan ada next liburan….

liburan ga harus mahal. karena, yang terpenting semuanya adalah kebersamaan.

    Balok

    Balok

    mainan balok itu saya beli untuk naura saat usianya kurang lebih 1y. pada saat itu tentunya dia belum tertarik dan belum bisa membuat susunan balok seperti foto di atas. yang dia lakukan adalah mengambil balok yang menyerupai telephone. lalu menggunakannya seperti orang sedang telphone. selebihnya balok warna warni itu hanya diinjak, dipegang, lalu didiamkan. tapi, sekarang berbeda. naura sudah jauh lebih pandai memaikannya. sudah banyak karya ciptanya. memang benar bahwa balok ini untuk anak usia diatas 2y. hehehehe…ya maklum dulu masih jadi ibu baru. jadi apapun yang lucu dan menarik di depan mata langsung dibeli.

    bermain balok dapat mengasah ketrampilan anak. mengenal warna dan bentuk. naura pun tidak pernah saya tuntun dalam membuat bentuknya. dia bereksperimen sendiri. karya2nya pun selalu membuat saya takjub. 

    selamat bermain…