Catatan Kecil Tentang Kita

Kami Cumi-Cumi & Bajak Laut

Musim

Waktu gue baru pindah, hanya ada 1-2 ibu hamil. Tapi, begitu menjelang kehamilan gue masuk semester 2, mulai deh bermunculan ibu-ibu hamil selanjutnya. Bahkan ada yang bersamaan. Percaya ngga percaya, kalau menurut suami sih ya, aura ibu hamil lebih mudah menular. Makanya banyak-banyak deket atau minimal silahturahim sama bumil. Tapi, itu menurut pendapat suami sih, ya.
Memang akan terus ngga percaya atau terheran-heran kalau ada tetangga yang hamil hanya berbeda hitungan hari, minggu dan bulan. Itulah rahasia Allah dan rencana Allah.
Dan yang belum kunjung diberikan momongan semoga cepat diberikan momongan…amiin ***

Tinggalkan komentar »

Toilet Training season 2

Begitu Rania lahir, toilet training Naura sempat terhenti sampai beberapa bulan. Dan, kira-kira pertengahan maret, dengan penuh keyakinan bahwa Naura dan gue bisa, akhirnya training pun diberlakukan kembali. Setiap 2 jam sekali Naura diajak ke kamar mandi untuk pipis. Tentunya tidak secara terbuka bahwa dia pergi ke toilet untuk pipis. Karena Naura menolak dan marah. Maklum dia belum bisa membedakan rasa kebelet pipis. Jadi, paling dibawa ke kamar mandi dengan alasan cuci tangan. Lama-lama akhirnya dia nanya, kenapa kok cuci tangan. Misalnya dia tadi pegang hp atau makan coklat, krupuk dll. Makanya harus cuci tangan. Pokoknya segala macam alasan yang bikin dia bersedia ke kamar mandi. Kecuali saat bangun tidur. Gue bilang bahwa diapersnya sudah penuh makanya harus diganti. Padahal sering kali saat dibuka, diapersnya masih dalam kondisi kering. Sebagai ibu, gue khawatir Naura belum bisa mandiri ke kamar mandi. Mengingat sebentar lagi dia akan sekolah.

Happy Training Naura…

Tinggalkan komentar »

The first eat

Alhamdulillah, hari ini umur Rania genap 6 bulan. Artinya, Rania sudah bisa diberikan MPASI. Dan makanan pertama yang ibu berikan adalah pepaya. Cukup dihaluskan seperti bubur yang cair dan tanpa diberi bumbu atau rasa apapun. Tidak perlu banyak di hari pertama makannya. Karena lambung bayi memang masih kecil. Alhamdulillah Rania tidak sulit saat diberi makan.
Sebenarnya, dokternya sudah menganjurkan Rania untuk makan di usia 4 bulan. Karena menurutnya umur 4 bulan bayi sudah bisa makan. Cukup diberi bubur susu saja. Setelah gue searching di beberapa artikel, memang ada beberapa dokter muda yang berpendapat demikian. Meskipun secara umum bayi memulai MPASInya di usia 6 bulan.
Terjadi perbedaan pendapat antara gue dan suami. Menurut gue, nanti saja Rania makan ketika umur 6 bulan. Karena dia lebih banyak minum ASI. Dibandingkan Naura yang sebagian besar memang minum sufor. Makanya Naura umur 4 bulan sudah makan bubur. Alhamdulillah akhirnya suami sependapat juga.

Sehat sehat Rania :*

Tinggalkan komentar »

Rania Hanun Shafina

Perkenalkan, inilah anggota keluarga baru kami. Maaf baru diperkenalkan. Maklum sibuk jadi ibu muda anak 2. Hehehehe… Jeng jeng jeeeeng….

image

Beda ya. Ga kayak Naura waktu baru lahir. Rania lahir melalui proses caesar. Panjang 47 dan beratnya 3,4. Alhamdulillah semuanya sehat, lengkap dan selamat. Itu foto waktu Rania lagi di ruang bayi. Udah dibersihin. Ibunya kemana? Tentunya masih di ruang operasi. Rania lahir caesar karena pembukaan rahimnya tidak ada perkebangan. Hanya sampai pembukaan 1. Padahal ketuban sudah pecah dari pukul setengah 8 malam. Dan sampai pukul 2 tidak ada perubahan pembukaannya. Akhirnya dini hari langsung dilakukan operasi.
Semuanya sudah dipasrahkan. Yang terpenting anak bisa selamat sudah alhamdulillah.
Proses pemulihan pasca operasinya pun berlangsung cepat. Berbeda jauh dengan operasi waktu lahiran Naura. Sakitnya bikin kaku dan nyeri semua badan. Alhamdulillah juga sampai umur Rania hampir 6 bulan, dia masih minum ASI. Meskipun proses perjuangannya gagal diawal. Karena asi baru keluar 4 hari kemudian. Itupun sampai kurang lebih seminggu masih dibantu sufor. Karena asi belum maksimal dan Rania mengalami kuning. Tapi, masih dalam batas normal. Jadi, cukup dibantu jemur di bawah matahari antara pukul 7-8 pagi dan minum susu sebanyak mungkin. Begitu asi sudah cukup memadai untuk kebutuhannya sehari-hari, sufor pun berhenti. Akhirnya, kewajiban saya sebagai ibu untuk makan banyak dan sehat demi asi pun berada di pundak dan akan terus berjalan selama 2 tahun.
Alhamdulillah perkembangan Rania berjalan cepat. Mulai dari proses kepala tegak sekitar umur 2 bulan setengah, tengkurap 3 bulan setengah, dan perlahan proses guling sana-sini sampai berputar posisi dan nyaris merangkak. Sekarang menuju umurnya ke 6 bulan, Rania sudah dibiasakan duduk. Meski masih disangga.
Sebagai adik, tentu saja Rania sering mendapatkan cobaan dari mba Naura (sebagai orang jawa jadi anak perempuan tertua dipanggil mba). Entah diklitik kakinya, jempol beserta kaos kaki Naura masuk ke mulut Rania, kepalanya didorong ke kepala Rania, Rania yang sedang telentang atau tengkurap diduduki Naura, dan masih banyak lagi keisengannya. Tapi, hal itu tak lantas selalu membuat Rania marah atau menangis layaknya bayi. Diperhatikan, justru Rania lebih banyak tertawa.
Rania adalah follower Naura. Ketika Naura sedang lompat-lompat dikasur, maka Rania pun turut merespon ikut melompat. Tentu saja badannya masih ku pegang ketika melompat. Istilah orang jawa dikudang. Sehaus apapun Rania, saat dilihatnya ada Naura yang duduk di sebelahnya masih bermain, maka Rania urung minum susu dan lebih tertarik menghampiri Naura dengan berguling-guling. Naura marah karena terganggu. Ujung-ujungnya Rania didorong sampai terguling.
Begini ternyata meiliki anak lebih dari 1. Super duper istimewa perjuangannya.

Tinggalkan komentar »

2nd anniversary Naura Auni Shafina

image

image

image

image

Tinggalkan komentar »

Toilet training

Menginjak usianya genap 2 thn, toilet training hampir setiap hari dilakukan. Kalo dulu sebulan sekali, seminggu sekali dan dua hari sekali.
Lucu2 pengalamannya. Pernah begitu selesai mandi, belum pakai baju tapi udah ngewes. Dan begitu pakai baju, ga berapa lama udah ngewes lagi. Senengnya sih Naura selalu bilang kalau dia pipis. Ya meskipun telat. Kalau soal empup (maaf), Naura juga belum bisa rutin ke kamar mandi. Pasti kebablasan duluan. Tapi, kayaknya dia juga jadi risih kalo empup ga di diapers. Mudah2an dengan begitu dia jadi lebih cepat mandiri ke kamar mandi.

Tinggalkan komentar »

Puzzle

Alhamdulillah, tanpa dipaksa dan dengan antusias gue beliin puzzle abjad n huruf hijaiyah, Naura cepat hafal penempatan2nya. Dengan keseriusan dia perlahan memasang huruf2 itu sesuai letaknya.
Dan waktu lagi liburan lebaran kali ini, Naura sengaja dibeliin mainan buah2 potong. Jadi, melalui mainan itu diajarin cara motong buah sesuai belahan2 yang sudah ada. Mainannya sudah dilengkapi dengan pisau dan talenan kayu. Mainan tema buahnya terbuat dari bahan kayu. Berharap Naura perlahan mengenal warna, konsentrasi merekatkan kembali potongan buah yang sudah dipotong, dan tentunya mengenal buah Juga. Tapi, lagi2 gue ga mau memaksa dia untuk belajar selama masih berada di umur balita ini.

Happy happy happy

Tinggalkan komentar »

Doa2 kecil

Suami searching2 mengenai dokter yang bagus sebagai pengganti dari dokter Basuki. Karena seperti apa yang pernah gue ceritain bahwa beliau akan mulai pensiun setelah bulan mei . Ngga langsung sih tapi jadwal hari yang biasanya gue ikutin berubah.
Gue pun banyak nanya juga ke beberapa tetangga mengenai dokter kandungannya. Dan jawabannya pun beragam. Dilema semakin bertumbuh besar. Hati semakin ga bisa pindah ke lain dokter. Kalo kata suami, “sekarang Ibu banyak berdoa. Semoga dipertemukan dengan dokter kandungan yang sama baiknya seperti dokter Basuki. Bahkan lebih.”
Sampai akhirnya suami memutuskan pilihannya untuk pindah ke dokter perempuan bernama Yenni, pada hari itu gue belum mau menuruti permintaan doanya. Dan sekalinya berdoa, begini doa gue “ya Allah, pertemukanlah aku dengan dokter yang terbaik untuk menolong hingga persalinanku nanti. Seperti dokter Basuki. Bahkan jika ada melebihinya”.
Semakin hari jadwal kontrolĀ pun semakin mendekati. Tibalah hari jumat. Iseng2 suami nanya ke group WA yang dibentuk dokter Basuki. Kumpulan ibu2 pasiennya.
“dok, besok apakah masih ada praktek di Rs. Mitra barat?”
“Iya masih.”
Antara percaya dan kaget. Wah kalo begitu ngapain susah2 pindah k dokter lain. Akhirnya besoknya gue pun kembali ke Dokter kesayangan. Seketika dilema gue pun sirna.
Ya, meskipun jenis kelaminnya belum mau diketahui.
Ternyata rencana beliau untuk pesiun cepat untuk sementara ditunda sampai awal tahun. Alhamdulillah…itu artinya sampai gue lahiran masih bisa ditangani beliau. Insyaallah. Cuma bisa berdoa agar diberikan kesehatan yang melimpah kepadanya.
***
Dan di bulan Juli, jawaban pun diberikan. Menurut hasil pemeriksaan, jenis kelaminnya mengarah perempuan. Alhamdulillah. Apapun jenis kelaminnya, yang terpenting sehat, lengkap fisiknya, dan menjadi anak kebanggaan Allah dan orangtua. Amin….

Tinggalkan komentar »

Dokternya pensiun

9 Mei 2015, gue kontrol kandungan dengan ditemani suami. Sementara Naura dititipin di rumah mbah. Hanya itu pilihan satu2nya. Karena kalo ikut, si ayah ga bisa masuk nemenin konsul sama dokter. Naura memang trauma sama yang berbau dokter.
Setelah nunggu cukup lama, akhirnya gue ketemu dokternya juga. Syok banget waktu lagi diUSG dokter bilang “mulai bulan depan udah ga buka praktek lagi”. Ga langsung distop sih. Bertahap. Prakteknya cuma buka hari selasa dan kamis. Itupun harus janjian dulu. Makanya dia juga udah ga terima pasien baru lagi. Waktu ditanya kenapa, beliau cuma bilang “udah ga mau ngejar duniawi lagi”. Tersentuh! Entah kenapa gue merasa sedih. Suami minta rekomendasi dokter yang bagus. Tapi, entah kenapa gue pengen sama dokter Basuki aja. Sayangnya suami ga bisa anter selain di hari sabtu dan minggu. Gue menyanggupi untuk ke dokter sendiri, tapi sayangnya ga boleh. Dengan alasan Naura takut rewel.
Sampai di rumahpun gue masih kepikiran sama pernyataan dokter Basuki. Dokter Basuki menurut gue adalah dokter terbaik yang pernah gue temui. Sabar, ga bikin takut dan kebapakan. Maklum, sebagai pasien muda, kita bukan cuma butuh dokter yang ngerti dunia medis secara baik tapi juga ngerti kondisi mental pasien.

Dokter oh dokter. Semoga niat baikmu selalu diiringi Allah:)

Sayangnya pada saat itu juga kita belum bisa tau jenis kelamin calon adiknya NaurašŸ˜¦

Tinggalkan komentar »

Dokternya pensiun

15 Mei 2015, gue kontrol kandungan dengan ditemani suami. Sementara Naura dititipin di rumah mbah. Hanya itu pilihan satu2nya. Karena kalo ikut, si ayah ga bisa masuk nemenin konsul sama dokter. Naura memang trauma sama yang berbau dokter.
Setelah nunggu cukup lama, akhirnya gue ketemu dokternya juga. Syok banget waktu lagi diUSG dokter bilang “mulai bulan depan udah ga buka praktek lagi”. Ga langsung distop sih. Bertahap. Prakteknya cuma buka hari selasa dan kamis. Itupun harus janjian dulu. Makanya dia juga udah ga terima pasien baru lagi. Waktu ditanya kenapa, beliau cuma bilang “udah ga mau ngejar duniawi lagi”. Tersentuh! Entah kenapa gue merasa sedih. Suami minta rekomendasi dokter yang bagus. Tapi, entah kenapa gue pengen sama dokter Basuki aja. Sayangnya suami ga bisa anter selain di hari sabtu dan minggu. Gue menyanggupi untuk ke dokter sendiri, tapi sayangnya ga boleh. Dengan alasan Naura takut rewel.
Sampai di rumahpun gue masih kepikiran sama pernyataan dokter Basuki. Dokter Basuki menurut gue adalah dokter terbaik yang pernah gue temui. Sabar, ga bikin takut dan kebapakan. Maklum, sebagai pasien muda, kita bukan cuma butuh dokter yang ngerti dunia medis secara baik tapi juga ngerti kondisi mental pasien.

Dokter oh dokter. Semoga niat baikmu selalu diiringi Allah:)

Tinggalkan komentar »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.