Trouble

Cumi-cumi says:

Sama kayak hidup yang jalannya nggak selamanya mulus atau berada di atas terus. Ada kalanya ada di bawah, bahkan bisa dibilang terlalu lama di bawah. Hari ini ada masalah, tapi besok atau 2 hari kemudian bisa jadi lo terbebas dari masalah dan justru temen di sebelah lo yang gantian kena masalah. Setelah itu lo lagi yang ketiban masalah, dan begitu seterusnya perputaran itu berlangsung.
Beberapa bulan yang lalu sih gue masih bisa mengatasi kebandelan komputer gue yang suka ngambek di pagi hari dan kala menjelang pukul 9 malam. Tapi, berjalan beberapa bulan kemudian, bandelnya mulai keterlaluan. Gue harus punya doa mujarab yang mampu menghidupkannya. Gue jongkok di depan cpu terus sambil komat kamit. Nggak lupa sambil tarik nafas juga. Tapi, meskipun doa udah dibacain belum tentu langsung nyala.
Di suatu hari yang menurut gue bener-bener menjengkelkan. Gue dateng pukul setengah 9. Sampai selesai makan siang itu komputer masih nggak bersahabat juga. Jadi, meskipun komputer itu udah nyala, tiba-tiba waktu gue mau buka sistem aplikasi internal mousenya nggak bisa digerakin. Alhasil gue harus restrat lagi. Mending kalo nyalainnya gampang. Susahnya itu naudzubilaaaaah. Jadi, ketika tombol powernya itu gue teken, lampu orange yang ada di sebelahnya itu nggak otomatis nyala juga. Harus dipancing. Mancingnya itu pake ajian segoro geni batiniah ala Cumi-Cumi. Hehehehehe… Enggk deh. Maksudnya baca-bacaan doa kayak biasanya. Tapi, anehnya hari itu nggak bisa juga. Ujung-ujungnya gue nelphone IT juga.
Gue berharap banget komputer berkonde itu bisa diganti sama komputer yang flat. Nggak cuma di ‘operasi’ dalamnya doang. Tapi, apa daya ternyata permintaan gue yang udah bersusah payah minta dengan muka melas nggak berpengaruh juga.
Liat ke kanan dan ke kiri, kayaknya mereka gampang banget kalo nyalain komputer. Nggak pake tenaga ekstra. Tinggal teken dikit langsung nyala. Kadang, kalo udah kesel gue banting tuh mousenya atau digebrak-gebrak pinggirnya. Temen sebelah gue yang tinggal ngetawain.
Dibenerin bukannya sembuh tapi malah tambah parah. Besoknya masih rusak. Setelah diselidiki lagi, ternyata memorinya nggak bisa digedein. Memng sih waktu itu gue pernah minta digedein. Karena email gue sempet bermasalah akibat fullnya daya tampung. Eeeeh, ujung-ujungnya gue harus mau balikin memori ke sediakala. Oke gue pikir sembuh. Besoknya ternyata rusak lagi. \m/
Gue rasa orang IT-nya bosen karena sering gue keluhin. Finally, cpunya dibawa k IT buat dibenerin langsung disana. Menurut rumor, powernya lemah. Makanya susah kalo mau dinyalain.
Kerusakan itu ada enak dan enggk enaknya buat gue. Enaknya, gue punya alasan buat nggak kerja. Nggak enaknya, gue nggak bisa maen game :D.
Sekembalinya cpu dari ruang operasi, ​اَلْحَمْدُلِلّهِ komputer bisa bersahabat baik sama gue. Yang bikin takjub, maen gamenya jadi lancar. Soalnya, dulu sebelum dioeprasi ada 1 permainan yang susahnya minta ampun kalo mau dimaenin. Eeeeh…, sekarang malah jadi favorit maenan gue. That is Burger Shop 2.
***
Itu masih sebagian lika-liku permasalahan di kantor yang gue hadapi :D. Dan sekarang, gue nggak perlu berkecil hati meskipun komputer gue masih ‘berkonde’. Karena lancarnya komputer gue nggak sebanding sama komputer yang flat. Alias lebih cepetan punya gue :p.

Note:
Thx to teman-teman IT yang telah mengoperasi 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s