I’ll Try To Be Best Husband For You And Our Kids

Cumi-cumi say’s:

Bajak Laut pernah nulis itu waktu dia BBM gue. Meskipun gue minim mengerti Bahasa Inggris, tapi kalimat “I’ll try to be best husband for You and our kids” itu ngga bikin gue kesulitan untuk mengartikannya. Meski sedikit terbata sih :D.
***
Gue kenal Bajak Laut sekitar tahun 2010. Pertemuan pertama adalah 5 Maret ’10. Itu merupakan tanggal pertama kali gue masuk kerja. Bajak Laut itu statusnya adalah sebagai klien gue. Karena dia kerja di perusahaan agency periklanan. Sementara gue kerja di station TV. Pertemuan kita cuma sepintas dan berlalu begitu saja. Sampai akhirnya kita dipertemukan lagi di kantor barunya. Masih dalam kategori perusahaan agency periklanan. Gue kesana karena ada panggilan interview. Dan informasi lowongan itu dari Bajak Laut. Setelah hari itu, kita lagi-lagi hilang komunikasi.
Pada kesempatan berikutnya begitu gue eksis di dunia twitter, kesempatan untuk berkomunikasi terbuka lagi. Gue follow dia dan dia folback gue :D. Lalu, kita saling tukeran pin bb lewat DM.
Ngga ada bbman berarti waktu itu, hingga pada akhirnya temen kantor gue (sekaligus temennya Bajak Laut) berusaha jodohin gue sama Bajak Laut.
Waktu terus berjalan. Kita yang dulunya ngga pernah tertarik, tiba-tiba berusaha untuk saling mengenal satu sama lain.
***
Gue dan Bajak Laut adalah manusia yang ngga sempurna. Secara fisik, gue ngga gemuk. Tapi, bukan berati seksi ya. Alias gue kurus. Sementara Bajak Laut punya postur tubuh yang subur. Kalo kita lagi jalan berdua, yang liat pasti bakalan bilang angka 10 (sepuluh). Gue ngga peduli. Karena, gue adalah dia dan dia adalah gue.
Ketertarikan atau rasa sayang dan cinta gue muncul bukan berlandaskan pada fisik. Entahlah. Susah untuk dijelaskan.
Makanya, ketika orang bertanya “apa yang bikin lo bisa cepet suka sama dia?” Gue bingung untuk menjelaskan. Semua yang ada di dirinya gue suka.
Untuk menuju ke rencana lamaran dan pernikahan memang ngga memakan waktu lama. Kita resmi menjalin hubungan di tanggal 6 november 2011. Gue dilamar tanggal 25 bulan februari 2012 dan insyaallah kita akan menikah pada 4 november 2012. Meski untuk melaluinya perlu proses dan perjuangan yang kuat.
Jujur aja, selama proses persiapan menuju pernikahan, kita sering berantem. Memang gue sih yang memulai. Gue yang gampang tersulut amarah, ngambek, dan cengeng. Entah kenapa Bajak Laut begitu sabar menghadapi gue. Kalopun Bajak Laut marah, paling cuma sebentar. Terus dia yang baikin gue. Padahal, gue yang salah.
Waktu pertama kalinya gue liat Bajak Laut marah, gue langsung diem. Gue takut. Marahnya ngga bentak-bentak atau ngomel. Tapi, diam dan penuh ekspresi. Justru itu yang bikin gue ngga bisa berbuat apa-apa.
Cepat atau lambat, gue harus memperbaiki sikap-sikap buruk gue. Karena nantinya gue akan menjadi contoh untuk anak-anak gue, dan tentunya akan memiliki waktu banyak untuk mendidik dibandingin suami.
***
Tanpa harus menunggu nanti pun, menurut gue Bajak Laut udah menjadi calon suami dan ayah yang baik. Sekarang aja dia udah menunjukkan kebaikannya. Ya, semoga bukan hanya sekedar kamuflase. Tapi, gue yakin dia memang baik.
Dengan terus menemani gue, itu sudah lebih dari cukup. Bahkan jauh lebih besar artinya dari sekedar limpahan rupiah.

Dan gue juga harus bisa menjadi istri dan calon ibu yang baik untuk keluarga gue.

I love u Bajak Laut… (˘⌣˘)ε˘`)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s