4 Nov ’12

Cumi-Cumi Say’s:

Minggu, 4 Nov ’12. Adalah hari tepenting dalam hidup gue dan Bajak laut. Karena itu adalah hari pernikahan kami.
Sekitar pukul 16:00 prosesi ijab qobul dilaksanakan. Sampai akhirnya Bajak Laut mengucapkan ijab di depan Penghulu dan saksi-saksi yang hadir. Meskipun dia harus mengulang. Karena Penghulu menginginkan apa yang dia ucapkan sesuai dengan catatan yang diberikan Penghulu.
Gue deg-degan. Gimana enggak, kalo sampe lebih dari 3x tetep salah, mau nggak mau Bajak Laut harus memulai hari Nol lagi. Maksudnya, dia dan keluarganya harus pulang ke tempat dimana terakhir kali dia singgah sebelum berada di masjid, tempat prosesi akad nikah. Dan barulah mereka boleh balik lagi ke masjid. Tapi, alhamdulilahnya, Bajak Laut cukup mengulang 1x aja. Rasa lega dan haru muncul setelah kalimat Sah dan lafal Alfatihah dilantunkan sebagai wujud rasa syukur karena Bajak Laut berhasil mengucapkan Ijab.
Selanjutnya, proses tukar menukar cincin dan sungkem pun dilakukan. Lalu, beberapa keluarga dan teman-teman yang hadir di akad kita diperkenankan untuk memberikan ucapan selamat. Nggak nyangka, karena ternyata yang dateng lumayan banyak. Tapi,, yang paling banyak sih temen-temennya Bajak Laut.
Begitu gue dan Bajak Laut masuk ke ruang make-up, tiba-tiba hujan turun. Mitosnya, kalo hujan turun bersamaan ketika ada acara pernikahan, itu artinya si penganten mandi sebelum acara. Dan hal itu adalah sesuatu yang harus dihindari. Sementara gue dan Bajak Laut, sebelum berangkat ke gedung melakukan aktifitas mandi terlebih dulu. Maklum, cuaca sebelumnya begitu panas. Dan gue kegerahan. Gue sih ngambil positifnya aja. Kalo hujan turun itu artinya ada rejeki buat warga Bekasi. Ya, karena sudah cukup lama Bekasi nggak diguyur hujan. Biarin aja mereka berkomentar macam-macam.
Perasaan seneng lainnya yang gue rasain adalah ternyata make-up yang menempel di wajah gue serba tidak berlebihan. Beberapa kali gue ngingetin si perias bahwa gue ngga mau tebel-tebel make-upnya. Ngga tau deh dia sebel atau enggak sama gue karena dicerewetin.
Oh ya, ketika beberapa Perempuan beranggapan bahwa dengan mencukur sedikit bulu alis bisa memberikan tampilan yang berbeda atau pangling bagi si pengantin, gue menolak secara keras atas apa yang akan dilakukan si perias. Gue ngga mau alis gue dicukur. Sedikit apapun itu. Karena bagi gue, alis bukan ukurannya. Bahkan menurut gue akan terlihat aneh kalo sampe dicukur. Biarkan saja hadir terlihat apaadanya. Cantik itu akan terlihat indah dari senyum yang tulus, hati yang baik dan keikhlasan dalam setiap gerakan.
***
Resepsi berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Sejak pukul 19:00-21:00. Gue termasuk orang yang mengaharapkan kesempurnaan dalam acara-acara penting. Termasuk hal detail sekalipun. Hanya saja, gue dan Bajak Laut hanya diberi kesempatan untuk mengatur design undangan, list undangan dan baju pengantin. Selebihnya, gue nggak boleh terjun sendiri untuk mengatur ketring dan lain-lain. Karena, keluarga ngga menginginkan gue pusing. Meskipun begitu, tetep aja gue pusing :D.
Pusing karena, beberapa kali design undangan direvisi. Pusing karena design baju pengantin untuk resepsi ngga sesuai dengan contoh yang gue kasih. Berkali-kali gue bertanya ke Bajak Laut mengenai bagus atau tidaknya baju itu. Dan berkali-kali juga Bajak Laut bilang bahwa bajunya bagus. Tapi, gue tetep aja ngga percaya. Karena bajunya ngga sesuai dengan apa yang gue inginkan. Contoh yang gue berikan ngga berfungsi sama sekali. Sia-sia!!! Gue terus-terusan mengeluh ke Bajak Laut. Tapi, begini jawaban dia “Mau bagaimanapun bentuk bajunya, yang terpenting sekarang bagaimana cara kamu membawakan baju itu. Kalo kamu PeDe, insyaallah kamu pasti akan terlihat cantik”. Ya, hanya jawaban itu yang menurut gue paling indah. Mau dirombak pun kayaknya waktunya ngga cukup. Akhirnya, gue pun ikhlas aja.
Bajak Laut belum terlalu ambil pusing. Karena permasalahan yang gue alami belum menyangkut dirinya secara besar. Maklum, karena baju yang gue design buat dia belum diperlihatkan. Dan lagipula designnya simple. Jadi, pasti ngga akan salah. Bajak Laut pun pernah bilang, bahwa yang terpenting di acara pernikahan adalah akad nikah. Karena, akad berhubungan dengan keabsahan di mata Allah.
Begitu hari besar itu datang, ternyata banyak hal buruk datang di luar dugaan kita. Gue cuma bisa diam! Mulai dari make-up keluarga, perlakuan WO ke anggota keluarga yang belum dia kenal, dan beberapa hal lainnya yang kurang enak untuk diceritakan. Gue juga syok ketika tahu bahwa baju resepsi untuk Bajak Laut pun juga ngga sesuai dengan prediksi gue. Warna yang gue inginkan ngga sesuai. Arrrrrrgh! Gue pengen teriak di telinga orang-orang WO itu. Bahwa kerja mereka ngga bagus!
Dengan terbukanya kesalahan pada saat acara, Bajak Laut udah mau marah-marah. Raut mukanya udah berubah. Tapi berusaha ditahan.
Kita berusaha menahan diri. Setidaknya sampai acara resepsi selesai. Setelah itu, kita boleh marah-marah sesuka hati.
Atas kejadian-kejadian buruk itu, gue sampe ngga enak hati sama mertua. Dan secara pribadi, gue minta maaf sama beliau atas segala kekurangan yang ada. Dan juga ke keluarganya.
***
Dari kekurangan dan kesalahan yang ada di acara pernikahan kita, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan;
1. List pekerjaan-pekerjaan yang harus dikerjakan. Baik yang simple maupun besar.
2. Bentuk panitia acara secara detail.
3. Jelaskan pekerjaan mereka secara mendalam dan pastikan tidak akan menyebrang ke pekerjaan yang lain. Karena dikhawatirkan pekerjaan utamanya akan terbengkalai.
4. List kebutuhan apa saja yang harus dibeli. Jangan sampai terlewat hal-hal yang kecil.
5. Catat apa saja yang pernah disepakati ketika bertemu WO.
6. Bersikap disiplin terhadap WO pun ternyata sangat dibutuhkan.
7. Waspada ketika WO mulai bermulut besar!

Sebenernya masih banyak lagi yang harus diperhatikan. Tapi, kurang lebih itu yang bisa gue bagi 🙂 …
***
Dan Alhamdulilah, ketika gue nulis tulisan ini usia pernikahan kita sudah 1 bulan.
Semoga Allah terus memberikan kekuatan kepada kami untuk mengahadpi bahtera kehidupan.
Amiiiiiiiiiiiiin…
Yang terpenting juga adalah, Allah memberikan kepercayaaan kepada kita untuk memiliki momongan 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s