Naura 6 s/d 7 bulan

Menginjak di usia Naura yang ke 6 bulan, ada banyak kejutan yang disuguhkan. Mulai dari gigi atasnya tumbuh, demam karena virus yang kebanyakan orang lebih mengenal kalimat flu singapore, dan terakhir adalah campak. Kala itu gue yakin pasti berat badannya turun drastis. Karena sakitnya juga disertai batpil.
Yang bikin gue semakin sedih adalah ketika naura kena virus, Ayahnya lagi keluar kota. Ya, suami ke Kediri karena ada keluarga yang menikah. Meskipun dibantuin om dan bulek, tapi tetep aja gue masih membutuhkan figur suami di samping gue. Rassanya tuh sediiiih banget.
Selang seminggu setelah Naura sembuh dari serangan virus, si campak pun datang. Hampir seluruh badannya memerah dengan diawali dari wajahnya lalu menyebar ke seluruh badan dan disertai panas. Tambah lemes aja gue. Alhamdulilahnya Naura kuat. Meskipun susah maemnya, tapi gue paksakan untuk terus minum susu atau air putih. Jadi inget waktu kena virus yang lalu. Bukan cuma susah makan, tapi juga susah disuruh minum. Kalo ngga haus banget dia ngga mau minum. Mungkin karena sariawan juga kali ya. Jadinya sakit bagian mulutnya. Kalo udah sakit, hal yang paling susah dilakuin adalah minum obat. Bisa dibilang Naura adalah anak yang cerdas. Dia tau apakah obat atau bukan yang disuguhkan. Kalo dia tau itu obat, mulutnya langsung dikunci. Kita yang mau ngasih obat harus punya seribu cara supaya dia mau buka mulut. Meski sekecil apapun itu.

Alhamdulilah, begitu memasuki umur yang ke 7 bulan, Naura sembuh. Saat imunisasi berat badannya dan tingginya juga naik. Ya, meskipun ngga teralalu signifikan. Yang bikin seneng lagi, keceriaan Naura ada lagi. Memang senyumnya yang selama ini bikin kangen. Daaaaan…., kejutan di usianya yang ke 7 bulan ini adalah giginya udah ada 6. Yang bawah 2 dan yang atas 4. Naura juga udah bisa mengekspresikan bibirnya yang jadi sok imut gitu. Lucu deh. Terus kalo dipanggil “Naura”, terkadang dia suka menimpali sahutan ringan “hem”. Hehehe… Gue dan suami yang denger suka ketawa sendiri. Selama ini kakinya jauh lebih aktif. Bukan tepuk tangan yang dilakukan, tapi tepuk kaki. Hehehehe… Terus kalo tangannya ngga bisa ngambil barang yang dia mau, biasanya dia memanfaatkan kakinya. Ckckckck…. Gue sih sering ngasih tau itu ngga bagus. Ya namanya juga bayi. Tapi, gue yakin suatu saat nanti Naura mengerti.

Syok lagi. Sepulang dari Bogor, Naura teserang batpil lagi. Kayaknya kalo sama batpil, Naura emang gampang kena. Mulai dari pelan dan sampai akhirnya batpilnya menjadi-jadi. Sampai akhirnya kita membawa dia ke RS. sambil menunggu dokter datang, Naura dikasih bantuan selang oksigen. Karena nafasnya terdeteksi berat. Meski hal itu sebenarnya selalu terjadi ketika batpil. Dokter pun akhirnya merujuk Naura agar dibawa ke ruang inhalasi. Naura harus diuap untuk mengencerkan dahaknya. Kasihan liatnya. Karena terus nangis sampai akhirnya teretidur.
Tapi, ada hal lain yang bikin gue dan suami senang. Naura pelan-pelan bisa duduk. Meskipun tidak duduk atas bantuan dirinya sendiri (dari tidur lalu duduk) melainkan gue yang memposisikan dia untuk duduk.
Aapapun yang terjadi, Naura adalah anugrah terindah yang kita miliki.

Sehat terus ya nak :*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s