Rania Hanun Shafina

Perkenalkan, inilah anggota keluarga baru kami. Maaf baru diperkenalkan. Maklum sibuk jadi ibu muda anak 2. Hehehehe… Jeng jeng jeeeeng….

image

Beda ya. Ga kayak Naura waktu baru lahir. Rania lahir melalui proses caesar. Panjang 47 dan beratnya 3,4. Alhamdulillah semuanya sehat, lengkap dan selamat. Itu foto waktu Rania lagi di ruang bayi. Udah dibersihin. Ibunya kemana? Tentunya masih di ruang operasi. Rania lahir caesar karena pembukaan rahimnya tidak ada perkebangan. Hanya sampai pembukaan 1. Padahal ketuban sudah pecah dari pukul setengah 8 malam. Dan sampai pukul 2 tidak ada perubahan pembukaannya. Akhirnya dini hari langsung dilakukan operasi.
Semuanya sudah dipasrahkan. Yang terpenting anak bisa selamat sudah alhamdulillah.
Proses pemulihan pasca operasinya pun berlangsung cepat. Berbeda jauh dengan operasi waktu lahiran Naura. Sakitnya bikin kaku dan nyeri semua badan. Alhamdulillah juga sampai umur Rania hampir 6 bulan, dia masih minum ASI. Meskipun proses perjuangannya gagal diawal. Karena asi baru keluar 4 hari kemudian. Itupun sampai kurang lebih seminggu masih dibantu sufor. Karena asi belum maksimal dan Rania mengalami kuning. Tapi, masih dalam batas normal. Jadi, cukup dibantu jemur di bawah matahari antara pukul 7-8 pagi dan minum susu sebanyak mungkin. Begitu asi sudah cukup memadai untuk kebutuhannya sehari-hari, sufor pun berhenti. Akhirnya, kewajiban saya sebagai ibu untuk makan banyak dan sehat demi asi pun berada di pundak dan akan terus berjalan selama 2 tahun.
Alhamdulillah perkembangan Rania berjalan cepat. Mulai dari proses kepala tegak sekitar umur 2 bulan setengah, tengkurap 3 bulan setengah, dan perlahan proses guling sana-sini sampai berputar posisi dan nyaris merangkak. Sekarang menuju umurnya ke 6 bulan, Rania sudah dibiasakan duduk. Meski masih disangga.
Sebagai adik, tentu saja Rania sering mendapatkan cobaan dari mba Naura (sebagai orang jawa jadi anak perempuan tertua dipanggil mba). Entah diklitik kakinya, jempol beserta kaos kaki Naura masuk ke mulut Rania, kepalanya didorong ke kepala Rania, Rania yang sedang telentang atau tengkurap diduduki Naura, dan masih banyak lagi keisengannya. Tapi, hal itu tak lantas selalu membuat Rania marah atau menangis layaknya bayi. Diperhatikan, justru Rania lebih banyak tertawa.
Rania adalah follower Naura. Ketika Naura sedang lompat-lompat dikasur, maka Rania pun turut merespon ikut melompat. Tentu saja badannya masih ku pegang ketika melompat. Istilah orang jawa dikudang. Sehaus apapun Rania, saat dilihatnya ada Naura yang duduk di sebelahnya masih bermain, maka Rania urung minum susu dan lebih tertarik menghampiri Naura dengan berguling-guling. Naura marah karena terganggu. Ujung-ujungnya Rania didorong sampai terguling.
Begini ternyata meiliki anak lebih dari 1. Super duper istimewa perjuangannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s