Pawon

Dulu, waktu masih lajang, yang ada di pikiran saya adalah penuh dengan kata-kata belajar, belajar, dan belajar. Entah belajar waktu di bangku sekolah dan belajar saat di dunia kerja. Ngga terpikir sedikitpun bagaimana nantinya ketika sudah berumahtangga harus masak untuk keluarga. Jujur, untuk resep masakan, menu yang paling saya kuasai adalah sayur bening. Entah itu bening bayam, katuk atau bening oyong. Selebihnya selalu nyontek karena sering lupa.
Begitu punya rumah sendiri, saya pun dituntut untuk selalu memasak. Karena suami doyan makan. Terlebih waktu itu Naura belum saya kasih makan yang aneh2. Kunci andalan saya ada pada 1 benda. Hapeeee…
Karena, segala macam resep ada di sana.
Sampai akhirnya saya punya 2 anak. Kerepotanpun semakin terjadi. Pekerjaan saya lakukan dengan metode jam terbalik. Saya baru bisa masak di malam hari ketika anak2 tidur. Bahkan pernah saya masak jam 11 malam. Seandainya ada yang jualan sayur matang siap antar.
Tapi, ternyata Allah mendengarkan doa batin saya. Akhirnya di lingkungan rumah ada yang membuka jasa ketring. Alhamdulillah. Tenaga saya bisa tersimpan untuk menjaga anak2 lebih lama. Jujur saja, kalau saya harus masak malam hari, dan ketika bangun pagi2, badan saya masih butuh istirahat. Tapi, apa daya, suami harus berangkat kerja. Jadi saya harus siap siaga.
Pawon saya pun sepi dari aktifitas. Paling kalo di meja makan kurang lauk atau harus merebus air, baru deh terlihat kotor lagi.

Hehehe…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s